Jualan Ekstasi, Megawati Terancam 20 Tahun Penjara

Kamis, 06 Juli 2017 22:01 Hukum & Kriminal

Bagikan

Jualan Ekstasi, Megawati Terancam 20 Tahun Penjara
Ilustrasi-Google
Denpasar,Semetonnews-Megawati (42) perempuan asal Makassar harus jadi pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar karena nekat mengedarkan atau menjual Narkoba jenis ekstasi. Ekstasi yang berhasil diamankan dari tangan Magawati juga terbilang cukup banyak, yaitu 118 butir dengan berat 34,19 gram netto.

Dalam sidang pimpinan Hakim Wayan Sukanila, Kamis (6/7/2017) masih dengan agenda pembacaan dakwaan dari  Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rindayani. Dalam dakwaan, terdakwa Megawati didakwa dengan pasal alternatif yakni Pasal 114 Ayat (2) dan Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Dengan demikian, Megawati pun terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara. 

Terdakwa Megawati didakwa secara tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika golongan I bukan tanaman.  Dalam dakwaan JPU terungkap, bahwa kasus narkotika yang menyeret terdakwa Megawati ini bermula saat dirinya tergiur menjual Ekstacy lantaran sering mendapat pesanan dari teman-temannya. 

Untuk memperlanjar bisnis terlarang ini terdakwa menjalani kerja sama dengan pria bernama Koko (DPO). Dalam setiap transaksi, terdakwa terlebih dahalu mentransfer uang ke rekening Koko sebesar 500 ribu rupiah. Setelah itu terdakwa baru mendapatkan barang terlarang yang nantinya akan kembali dijual ke teman-teman terdakwa. 

Beruntung perbuatan terdakwa yang jelas-jelas melanggar hukum ini dapat terendus oleh pihak kepolisian. Terdakwa pun ditangkap di depan Warung Mina, Jalan Raya Kediri,  19 Februari 2017 sekitar Pukul 19.00 Wita itu saat hendak mengedarkan barang terlarang tersebut.

Saat ditangkap terdakwa sedang berada di dalam mobilnya. Dari hasil pengeledahan, petugas berhasil menemukan 100 butir pil ekstasi yang terbungkus tisu yang saat itu masih digenggam terdakwa dengan menggunakan tangannya.

Setelah itu, petugas kepolisian melanjutkan penggeledahan di kamar kos terdakwa di Jalan Pasar Sindu, Gang Ratna, Nomor 2, Denpasar Selatan kembali berhasil menemukan 18 butir pil ekstasi di dekat tumpukan baju milik Megawati.

Dari hasil introgasi awal,  terdakwa mengaku sering menjual dan menawarkan ekstasi tersebut kepada teman-temannya. Kemudian, petugas menggiring terdakwa ke kantor polisi untuk diproses secara hukum.(MG/SN)