Fasih Berbahasa Indonesia, Wanita Cantik WN Rusia Ini Disidang Tanpa Penerjemah

Senin, 10 Juli 2017 22:25 Hukum & Kriminal

Bagikan

Fasih Berbahasa Indonesia, Wanita Cantik WN Rusia Ini Disidang Tanpa Penerjemah
Terdakwa Goryaynova Anastasiya saat mendengarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (MG/SN)
Denpasar,Semetonnews-Warga Negara (WN) Rusia bernama Goryaynova Anastasiya (30) yang kedapatan memiliki narkotika jenis sabu sabu sebarat 0,16 gram, Senin (10/7/2017) diadili di PN Denpasar. Menariknya saat menjalani persidangan, wanita berparas cantik kelahiran Jerman ini meski tercatat sebagai WN Rusia tanpa didampingi penerjemah. 

Meski tanpa didampingi penerjemah, terdakwa seperti cukup memahami isi dakwawaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Cok Intan Merlani Dewie karena terdakwa sangat fasih dalam berbahasa Indonesia. Usut punya usut, terdakwa fasih berbahasa Indonesia karena selain sudab cukup lama tingal di  Bali, terdakwa ternyata penah menikah dengan pria lokal dan saat ini status sudah bercerai. 

Dalam menjalani sidang, terdakwa didampingi pengacara Made Ahmad Hadiana dkk. Sementara dalam dakwaan jaksa yang dibacakan dimuka sidang memaparkan, terdakwa ditangkap petugas 24 Maret 2017 silam sekira pukul 22,40 Wita di Gang Bamboo Jalan Raya Kuta. Terdakwa ditangkap setelah petugas kepolisian mendapat informasi dari masyarakat yang menyebut ada seorang warga asing yang akrab disapa Ana dengan ciri-ciri tinggi badan sekitar 180 dan beratato dilengan sering menggunakan narkoba. 

"Atas informasi itu petugas polisi langsung melakukan peyeledikan dan bertemu dengan orang dengan ciri-ciri seperti yang disebutkan,"sebut jaksa yang akrab disapa Cok Intan itu. Saat ditangkap, dari tangan wanita yang pernah menikah dengan pria asal Buleleng, Singaraja itu petugas menemukan satu bungkus plastik klip yang diduga berisikan narkotika jenis sabu sabu dipegang oleh terdakwa. 

"Saat ditanya petugas, terdakwa mengaku barang itu miliknya yang dibeli dari seseorang seharga Rp 500 ribu,"kata jaksa dalam dakwaanya. Dari hasil pemeriksaan laboratoroim, menyebut bahwa benar barang bukti yang diamankan dari tangan terdakwa adalah sabu sabu. Tapi hasil tes urine terdakwa disebut tidak mengandung sediaan narkotika.

Atas perbuatan itu jaksa menjerat terdakwa dengan tiga pasal berlapis. Yaitu Pasal 112 ayat (1), Pasal 115 ayat (1) dan Pasal 127 ayat (1) UU RI. No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. Atas dakwaan itu, terdakwa mengatakan tidak mengajukan eksepsi.(MG/SN)