Impor Sekilo Sabu, Bule Afrika Ini Terancam Hukuman Mati

Selasa, 11 Juli 2017 23:30 Hukum & Kriminal

Bagikan

Impor Sekilo Sabu, Bule Afrika Ini Terancam Hukuman Mati
Terdakwa Olwethu Sizwekazi Mcinga (kiri) usai berkonsultasi dengan dua kuasa hukumnya (MG/SN)
Denpasar,Semetonnews-Hukuman bagi pengimpor Narkotika bisa dikatakan cukup berat. Bahkan ada beberapa dari mereka yang dihukum mati. Namun hal itu tidak membuat pelaku lain jera atau takut mengimpor barang haram itu. Buktinya seorang warga negara (WN) Afrika Selatan bernama Olwethu Sizwekazi Mcinga (28) masih saja nekat membawa masuk Narkotika jenis sabu-sabu ke Indonesia. 

Akibatnya, wanita berkulit hitam itu harus mempertanggungjawabkan perbuatanya dimuka sidang, Selasa (11/7). Narkotka jenis sabu yang dibawa dari Afrika Selatan (Afsel) ke Denpasar, jumlahnya tidak sedikit. Yaitu lebih dari 1 kilo atau tepatnya 1.150 gram bruto. Dengan jumlah barang bukti yang cukup banyak itu, wanita yang berprofesi sebagai penata rambut ini pun terancam hukuman mati. 

Sementera itu dalam dakwaan Jaksa Penunutut Umum (JPU) Fitrah yang dibacakan dihadapan majelis hakim pimpinan Made Sukereni memaparkan, terdakwa yang beralamat di Johanesburg No. 2 Jule's Makven 2094 Afsel ditangkap petugas Bea dan Cukai Bandara Ngurah Rai, Denpasar pada hari Minggu 19 Februari 2017 sekira pukul 23.30 Wita di terminal kedatangan. 

Sebelum terdakwa ditangkap, terdakwa yang beprofesi sebagai penata rambut (hair stylist) pada bulan Januari 2017 lalu bertemu dengan Mr. William (DPO) di salah satu Mall di Afsel. "Dalam pertemuan itu Mr. William menyampaikan pesan dari Mr. Victor (DPO) yang meminta kepada terdakwa untuk ke Indonesia,"sebut jaksa asal Kejati Bali itu. Namun saat itu terdakwa menolak dengan alasan Paspornya hilang. 

Tapi, Mr. William memberi terdakwa uang besar RNDS (mata uang Afsel) 800 untuk mengurus Paspor. Singkat cerita, setelah terdakwa kembali memiliki Paspor, pada tanggal 8 Februari 2017, terdakwa datang ke salah satu hotel di Afsel."Di hotel ini terdakwa oleh Mr. William diminta untuk menggunakan pakaian korset beserta tiga buah bungkusan plastik yang isinya diduga narkoba yang dilapisi lakban,"sebut jaksa Fitrah. 


Pengacara terdakwa, Yanuar Nahak (kiri) dan Charlie Usfunan (dua dari kiri) saat berbincang dengan terdakwa usai sidang (MG/SN)


Dalam dakwaan juga diterangkan, tiga bungkusan plastik yang diduga berisi Narkotika jenis sabu itu, dua bungkus oleh Mr. William dipasang diatas perut terdakwa, dan satu bungkus lagi ditaruh diselangkangan terdakwa."Setelah itu oleh Mr. William terdakwa diantar menuju Bandara OR. Tambo Afsel untuk diterbangkan ke Bali yang transit di Doha, Qatar,"kata Fitrah. 

Saat terdakwa tiba di terminal kedatangan Bandara Internasional Ngurai Rai tanggal 19 Februari 2017 sekitra pukul 23.30 Wita, dua petugas Bea dan Cukai Ngurah Rai yang menaruh curiga dengan gerak-gerik terdakwa langsung menghampiri dan membawa terdakwa ke keruangan. Saat dilakukan penggeledahan terhadap badan terdakwa, petugas menemukan tiga bungkuas plastik klip berisi sabu sabu  yang disebunyikan di tubuh terdakwa. 

Dimana setelah dilakukan penimbangan terhadap barang temuan itu, masing-masing plastik berisi 323 gram, 416 gram dan 414 gram dengan berat total menjadi 1.150 gram bruto. Atas hal itu, terdakwa oleh jaksa dijerat dengan 2 pasal. Yaitu Pasal 113 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dalam menghadapi sidang ini terdakwa didampingi oleh dua pengacara muda, yaitu Yanuar Nahak dan CharlieUsfunan.(MG/SN)