Ribuan Kilo Ganja Siap Edar Digagalkan Polisi, Ganja Sebenarnya Berguna Untuk Medis.

Jumat, 14 Juli 2017 07:32 Hukum & Kriminal

Bagikan

Ribuan Kilo Ganja Siap Edar Digagalkan Polisi, Ganja Sebenarnya Berguna Untuk Medis.
Ribuan Kilogram Ganja Kering Disita Polisi Pidie (cj/SN)
Aceh, Semetonnews - 1,7 ton Ganja kering siap edar ditemukan oleh Pihak Kepolisian di Kabupaten Pidie.Ganja kering tersebut, rencananya akan diangkut menggunakan Truk, melalui jalur darat keluar dari Wilayah Aceh. Barang terlarang itu dibungkus rapi dalam puluhan dus dengan kamuflase paket barang. 

Kamis (13/7) sore, Tim Gabungan dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri, bersama personil Polres Pidie melakukan pengejaran.Sedangkan, dua supir Truk berhasil melarikan diri setelah mengetahui truknya diikuti dari wilayah pegunungan Seulawah, Kabupaten Aceh Besar.

Penangkapan bermula dari laporan masyarakat, setelah sampai di kawasan Tiro,Kabupaten Pidie, truk yang ditinggal sopirnya itu, terlihat sudah terparkir hingga Polisi langsung mengamankan Truk yang berisi Ganja tersebut. 

Wadir Tindak Pidana Narkotika Mabes Polri, Kombes.Pol Jhon Panjaitan, mengatakan ganja ganja kering hasil dari perkebunan di Aceh ini, dibungkus rapi dan dimasukan ke dalam kardus untuk dijual ke luar Aceh.“Kita cari terus akhirnya ditemukan di dekat mesjid, sekarang kita proses perhitungan, barangnya dari Aceh Besar, di Lamteuba, pelakunya masih dicari, kita dibantu infomasi IT dan masyarakat, dan didukung tim yang solid,”pungkasnya.

Sementara itu, dilansir dari website Lingkar Ganja Nusantara, atau LGN. Sejatinya Indonesia masih belum mau berdikari dalam hal medis, pemanfaatan Ganja sebagai pintu masuk medis dan bukan narkotika telah diperkuat sejumlah fakta.

Salah satu perang persepsi dan propaganda yang terjadi antara Negara -dalam hal ini diwakili Badan Narkotika Nasional/BNN- dengan gerakan pro legalisasi seperti Lingkar Ganja Nusantara (LGN), adalah mengenai persepsi tak berdasar dari BNN yang kerap menuding jika ganja adalah ‘pintu masuk’ ke narkoba jenis lainnya.

Padahal, sejumlah riset dan analisa yang didapat dari ribuan pecandu yang menjalani rehabilitasi ketergantungan narkotika menjelaskan, penggunaan ganja sebenarnya justru telah membantu mereka melawan kecanduan pada narkotika jenis lain yang mereka coba sembuhkan tersebut.



Dilansir dari Massroots, Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of American Medicine (JAMA) menunjukkan bahwa; “Di negara-negara yang memiliki undang-undang ganja medis, tingkat kematian over-dosis opioid 24,8 persen lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara yang tidak memiliki undang-undang mengenai ganja medis,”

Bahkan, dalam sebuah studi terpisah menunjukkan adanya grafik penurunan yang tajam dari para pasien pengguna obat-obat opioid, setelah undang-undang mengesahkan konsepsi ganja medis. Hal itu belum termasuk berkurangnya jumlah pasien pengguna obat-obat antidepresan (semacam alprazolam, diazepam, dlsb), untuk kemudian mengganti resep obatnya dengan ganja medis demi menyembuhkan depresi, kegelisahan berlebih, dan gangguan tidur yang mereka alami.

Sementara propaganda yang dilakukan BNN terus mencoba meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa “..setelah seseorang mengkonsumsi ganja maka dia akan langsung ingin mencicipi narkotika lainnya,” sebuah riset yang dirilis Universitas Montreal yang bekerjasama dengan University of British Columbia justru menjabarkan fakta sebaliknya.

Dalam risetnya, mereka mengaku menyaksikan sendiri fakta dimana sejumlah koresponden pengguna kokain aktif, terbukti bisa membatasi penggunaan ‘the crack’ yang dicandunya saat mereka mendapatkan akses terhadap ganja.

“Mengingat beban morbiditas dan kematian secara substansial global yang disebabkan oleh gangguan penggunaan kokain bersamaan dengan kurangnya farmakoterapi yang efektif, kami menggemakan seruan untuk penelitian eksperimental yang ketat pada cannabinoids sebagai pengobatan potensial untuk gangguan penggunaan kokain,” tulis laporan tersebut.(cj/LGN/SN)