Giliran Desa Lembeng Sukawati ikrakan Tolak Reklamasi ‎

Minggu, 20 Maret 2016 18:57 Peristiwa

Bagikan

Giliran Desa Lembeng Sukawati ikrakan Tolak Reklamasi ‎
tolak reklamasi teluk Benoa. Dok/Semetonnews
Gianyar, Semetonnews – Jika sebelumnya desa Pakraman  Lebih dan Ketewel, kini  giliran Desa Pekraman Lembeng, Sukawati yang secara tegas melakukan penolakan terhadap proyek raksasa reklamasi Teluk Benoa.

"Saat Paruman, seluruh krama Desa Pakraman Lembeng sudah sepakat menyatakan sikap tolak reklamasi Teluk Benoa, “ ungkap Bendesa Pakraman Lembeng I Made Rundu saat dihubungi (20/03/2016).

Dalam paruman itu, sebutnya, Warga juga berharap agar pemerintah Kabupaten Gianyar dan Gubernur Bali, mau memperjuangkan pencabutan Perpres no 51 tahun 2014. 

"Saya harap tidak hanya desa pakraman di pesisir, desa pakraman lain  juga kami harap menyatakan sikap yang sama secara ketok tularan,"harapnya.

Kata dia reklamasi teluk benoa itu, tidak saja akan mengkikis daratan di pesisir. Namuan juga akan mengkikis semua aspek kehidupan masyarakat di seluruh Bali. 

"Pengurugan laut yang berkedok revitalisasi tersebut, hanya akan menguntungkan  segelintir orang. Dan pastinya, seluruh masyarakat Bali yang akan menjadi tumbalnya, " terangnya.

Lanjut Rundu, Reklamasi Teluk Benoa  bagi krama  Lembeng, juga dikhawatirkan  akan  menghancurkan atau melenyapkan   banguan suci Pura. apalagi, abrasi sebelumnya sudah  mulai mengkikis pura-pura yang ada di pesisir desa pakraman setempat. 

"Setelah reklamasi pulau Serangan, abrasi sudah mencaplok garia pantai hingga  100 meter, "bandingnya.

Untuk itu pihaknya berencana akan menggelar rapat dengan krama desa untuk menggelar aksi solidaritas. Meski demikian,  pemuda setempat terus aktif ambil dan rutin menggelar  aksi turun ke jalan untuk menolak reklamasi Teluk Benoa. 
Penulis : Nyoman Nan Devada‎
Editor : Paksi Jalantaka ‎