Peringati HUT Ke 40 Tahun, ST Panca Kumara Bersikap Tegas Tolak Reklamasi Teluk Benoa

Sabtu, 19 Agustus 2017 02:29 Budaya & Pendidikan

Bagikan

Peringati HUT Ke 40 Tahun, ST Panca Kumara Bersikap Tegas Tolak Reklamasi Teluk Benoa
HUT ST Panca Kumara ke 40 th (dok ForBali-SN)
Denpasar , Semetonnews - Pemuda dan pemudi yang tergabung dalam organisasi kepemudaan adat Sekaa Teruna (ST) Panca Kumara, Banjar Tatasan Kaja, Desa adat Tonja merayakan 72 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus bertepatan dengan HUT ST Panca Kumara yang ke 40 pada hari Kamis, 17 Agustus 2017. 

Pada malam puncak acara yang diisi dengan serah terima jabatan dengan pengurus ST Panca Kumara yang baru dibarengi dengan penegasan sikap menolak rencana reklamasi Teluk Benoa. Acara perayaan ulang tahun sekaligus penegasan sikap tolak reklamasi Teluk Benoa merupakan puncak dari rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan RI sekaligus ST Panca Kumara dan diadakan di Balai Banjar Tatasan Kaja, Desa Adat Tonja.

Baliho Tolak Reklamasi Teluk Benoa semeton Tatasan Kaja menjadi suguhan untuk para undangan dan penonton sebelum memasuki Balai Banjar Tatasan Kaja. Pukul 19.00 masyarakat dari Desa Adat Tonja maupun di luar desa adat Tonja memadati Areal Banjar Tatasan Kaja. Perayaan kemerdekaan RI sekaligus HUT ST Panca Kumara diawali dengan pentas seni tabuh anak-anak Banjar Tatasan Kelod Kelurahan Tonja. 

Tari panyembrahma disuguhkan  sebagai tari sambutan kepada undangan dan penonton setelah pentas seni tabuh.
Ketua panitia penyelenggara acara, I Gede Eka Parisuda, mengatakan pemasangan baliho serta bendera ForBALI ditujukan untuk menegaskan sikap dan menolak reklamasi Teluk Benoa karena pentingnya kelestarian alam dan bumi. Menurutnya dampak reklamasi itu sangat meresahkan masyarakat pesisir Teluk Benoa. "ST Panca Kumara menyadari pentingnya menjaga kelestarian laut untuk generasi mendatang serta penolakan reklamasi ini juga merupakan bentuk pengabdian terhadap tanah kelahiran" ujarnya

 

Ketua ST Panca Kumara Periode 2017-2020, I Nyoman Widiana dalam sambutannya mengatakan bahwa sebagai generasi muda, pihaknya tidak ingin melihat Bali rusak akibat bencana ekologis yang ditimbulkan oleh dampak reklamasi. "Maka dari itu kami dari ST Panca Kumara dengan tegas menyatakan sikap untuk menolak reklamasi yang akan dilakukan di teluk benoa" ujar Widiana yang mengakhiri sambutannya dengan pekikan tolak reklamasi Teluk Benoa.

Pada malam ulang tahunnya, pengurus ST Panca Kumara juga menyerahkan surat pernyataan sikap penolakan reklamasi Teluk Benoa kepada koordinator ForBALI, I Wayan Gendo Suardana untuk kemudian dikirim kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Isi surat tersebut diantaranya meminta Presiden RI untuk membatalkan Peraturan Presiden No.51/2014.
 
Koordinator Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBALI) I Wayan Gendo Suardana mengatakan spirit ST. Panca Kumara ini harus dicontoh oleh organisasi-organisasi pemuda yang lain. "Mereka berani mengambil spirit 17 agustus dalam mempertahankan alamnya yakni mepertahankan Teluk Benoa. Tatasan Kaja merupakan banjar yang tidak punya pantai atau tak punya laut. Namun kita butuh pantai untuk melasti. Maka dari itu apabila laut yang merupakan kebutuhan kita dan lekat dengan budaya kita untuk melakukan ritual keaagamaan seperti melasti, sudah sepantasnya kita bergerak dan menyelamatkan pantai kita dari ancaman eksploitasi” ajak Gendo.


Menurut Gendo, ST. Panca Kumara adalah salah satu organisasi kepemudaan adat yang berani membela Teluk Benoa karena tahu resiko pengurugan Teluk Benoa tidak jauh berbeda dengan resiko pengurugan yang terjadi seperti di pulau serangan yang akan menyebabkan terjadinya abrasi dimana-mana. “Teluk benoa sudah dinyatakan sebagai kawasan suci oleh Shaba Panditha PHDI dan dinyatakan tidak patut direklamasi. Oleh karena itu tidak ada pilihan lain selain kita harus bergerak dengan cara sebaik-baiknya, searif-arifnya dan sekuat-kuatnya” pungkasnya.


Acara Ulang tahun ST Panca Kumara juga lalu dilanjutkan dengan penampilan bondres dari Sekdut Junior yang mengundang gelak tawa para Krama yang datang. Selanjutnya acara juga dimeriahkan oleh penampilan dari musisi IMAS, Jrx Superman Is Dead & Sonny Bono dan ditutup oleh penampilan dari group band The Ledorz. (FORBALI/SN)