Mistisnya Goa Raksasa di Tabanan‎, Dari Penari Rejang Hingga Kutukan Pohon Timbul ‎

Minggu, 20 Maret 2016 19:36 Budaya & Pendidikan

Bagikan

Mistisnya Goa Raksasa di Tabanan‎, Dari Penari Rejang Hingga Kutukan Pohon Timbul ‎
Goa Raksa Penuh cerita mistis.(ayu/Semetonnews)
Tabanan, Semetonnews – Mungkin Keberadaan Goa di Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, ini jarang diketahui. Goa yang dikenal dengan sebutan Goa Raksasa tersebut berada dibalik pepohonan tinggi diantara lahan sawah warga.‎

Menurut Kelian Dinas Banjar Sanggulan I Made Putra, goa Raksasa yang sudah ada sejak zaman Kerajaan tersebut identik dengan cerita mistis yang secara turun-temurun diceritakan oleh nenek moyangnya. 

“Sesuai dengan namanya, yaitu Goa Raksasa jadi zaman dulu konon katanya Goa tersebut adalah tempat tinggal dari Raksasa menyeramkan,” ujarnya.

Saat itu kata dia, Kerajaan Tabanan menggelar acara besar (Karya Agung) dan mempertunjukkan Tarian Rejang dengan penari yang berjumlah 108. Namun setiap kali dipertunjukkan penari Rejang pada barisan paling belakang selalu menghilang misterius tanpa jejak. 

Hal tersebut membuat Raja Tabanan bingung dan memerintahkan pasukannya merencanakan suatu hal untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Cerita Made Putra, saat itu Raja kemudian menemukan cara dengan menggantungkan beras gerabah pada kantung penari. Kantung yang sudah dilubang itu dijadikan petunjuk kemana arah penari itu hilang.

"‎Jadi saat penari yang terpasang hilang, saat itu terungkap jika sang penari diculik oleh raksasa didalam Goa tersebut. Raja pun memikirkan cara untuk membunuh raksasa tersebut namun tak pernah bisa karena raksasa itu sangatlah sakti," cerita Putra.

Namun akhirnya seorang warga berhasil membunuh raksasa tersebut dengan batang pohon timbul (keluwih). “Akhirnya kelemahan raksasa tersebut diketahui, yaitu dapat dibunuh jika dipukul menggunakan batang pohon timbul (keluwih) sebanyak 3 kali, namun seluruh warga Sanggulan dikutuk untuk tidak mengkonsumsi makanan dari timbul (keluwih). Kalau dilanggar bisa fatal akibatnya,” lanjut Putra.

Sejak saat itu tak ada lagi penari Rejang yang menghilang misterius, namun hingga saat ini dipercayai bahwa jiwa dari raksasa yang telah mati masih bersemayam di dalam goa angker tersebut. Warga yang memiliki lahan saawah disekitar Goa pun tidak berani melakukan aktifitas saat tengah hari dan sandikala (sore menuju malam).

Penulis : Trisna Ayu‎
Editor : Paksi Jalantaka