Tarian Gandrung Iringi PDI Perjuangan Banyuwangi Daftar ke KPU

Rabu, 11 Oktober 2017 22:44 Nasional

Bagikan

Tarian Gandrung Iringi PDI Perjuangan Banyuwangi Daftar ke KPU
Pendaftaran Sistem Informasi Partai Politik PDI Perjuangan Banyuwangi

Banyuwangi, Semetonnews - Tarian Gandrung menjadi pembuka saat ratusan massa kader PDI Perjuangan, Banyuwangi mengikuti proses pendaftaran partai peserta pemilu di Kantor KPU Daerah Banyuwangi. Rabu (11/09).

Proses pendaftaran partai peserta hari ini mengacu pada peraturan perundang undangan untuk pemilu 2019, dari Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU no 11 tahun 2017) tentang pendaftaran, verifikasi dan penetapan parpol peserta pemilu anggota DPR dan DPRD.

Dengan mengumpulkan kartu tanda penduduk seria kartu angora kader, merupakan syarat untuk melengkapi SIPOL ( Sistem Informasi Partai Politik ), dalam bentuk kelengkapan administrasi. 

Kepala Badan Saksi Dan Pemenangan Pemilu, Rorry Desrino, mengatakan bahwa kelengkapan administrasi, seuai dengan aturan sudah lengkap, “ Sebanyak 3000 KTP, sudah kita serahkan sebagai sarat, “ lugasnya. Demikian halnya Rory juga memberikan kesempatan kepada KPU untuk saling mengkoreksi, “ Kita dan tim mash menunggu hail persyaratan yang judah kita serahkan, untuk nanti hasilnya kita menunggu dari KPU,” tegasnya.

Tari Jejer Gandrung Sambut Rombongan 

Memasuki kawasan kantor KPUD Banyuwangi, rombongan yang dipimpin Ketua Cabang PDI Perjuangan Banyuwangi disambut para penari Gandrung.Ratusan massa beserta  pengurus cabang, anak cabang dan  ranting,  menunggu diluar area. 

Gandrung kesenian khas Banyuwangi ini memang simbol dari kemenangan berpolitik, pasalnya dalam sejarah masyarakat Osing saat melawan bangsa asing, Tarian Gandrung awal diciptakan sebagai bagian intelijen, yang bertugas untuk memetakan kekuatan lawan, para penarinya laki laki yang berkostum perempuan. Tari Gandrung dalam perubahannya kini ditarikan oleh wanita, hingga ia pun tetap digandrungi.

Kepada media, usai menyerahkan persyaratan, Ketua Cabang PDI Perjuangan, Made Cahyana Negara, mengutarakan bahwa kesenian Gandrung yang mengiringi proses ini merupakan salah satu misi pelestarian budaya dalam politik yang harus di pahami rakyat.

“Pesan yang ingin kita sampaikan sesuai dari arahan DPP Partai, bahwa proses politik itu bukan hanya kekuasaan, tapi juga proses kebudayaan,” jelasnya. (WN/SN)