Kasus Ribuan Pil Extasy, Konsultan Akasaka Terancam Bui Seumur Hidup

Kamis, 19 Oktober 2017 20:53 Hukum & Kriminal

Bagikan

Kasus Ribuan Pil Extasy,  Konsultan Akasaka Terancam Bui Seumur Hidup
Akasaka Night Club
Denpasar,  Semetonnews - Jaksa mendakwa Abdul Rahman Willy alias Willy bin NG Lengkong yang diduga terlibat pemufakatan jahat jual beli beli 19 ribu butir pil ekstasi dengan ancaman pidana seumur hidup dalam sidang di Pengadilan Negeri Denpasar.

Terdakwa yang akrab disapa Willy didampingi pengacara Ketut Ngastawa dkk  dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis hakim Made Pasek, Kamis (19/10/2017).

Saat ditanya persiswany pekerjaannya, Willy mengaku sebagai konsultan marketing di tempat dugem ternama di bilangan Simpang Enam Denpasar itu.

Jaksa Nyoman Bela Putra Admaja dan I Kedek Wahyudi secara bergantian membacakan dakwaan terhadap Willy yang ditangkap di Loby Karaoke Akasaka Night Club 5 Juli 2017.

Willy tidak sendirian, dalam kasus ini tiga orang lainya yang juga dijadikan tedakwa masing-masing Dedi Setiawan, Budi Liman dan Iskandar Halim. Barang bukti diamankan dalam kasus ini adalah 19 ribu buitr ekstasi.

Terurai dalam dakwaan, sebelum tim Bareskrim Mabes Polri menangkap Willy lebih dahulu membekuk Dedy Setiawan di Perumahan Metro Permata, Tangerang 1 Juli 2017. Dari tangan Dedi Polisi mengamankan barang bukti berupa 19 ribu pil ekstasi.

Dari penangkapan Dedi dilakukan pengembangan hingga terungkap barang haram itu akan dijual melalui perantara Iskandar Halim dan Budi Liman Santoso kepada terdakwa.

Dalam dakwaan dipaparkan pula, sebelum Willy ditangkap, pada tanggal 31 Mei 2017 Budi Liman menghubunginya dan menawarkan ekstasi."Tapi saat disebutkan barang yang ditawarkan jumlahnya adalah 20 ribu, terdakwa mengatakan tidak berminat,"sebut jaksa dalam dakwaanya.

Kemudian pada 4 juni 2017 sekitar pukul 14.49 Budi Liman menghubungi terdakwa janjian bertemu. Namun saat hari pertemuan, terdakwa menghubungi Budi Liman namun tidak berhasil. Sekira pukul 10.00 Wita pada 5 Juni 2017 terdakwa dihubungi Budi Liman yang mengatakan barang berupa ekstasi sudah datang

Saat itu terdakwa menjawab bawakan samplenya dulu untuk dilihat. Budi Liman menjawab akan membawakan contoh atau sample dan terdakwa meminta dianntarkan barang pukul 13.40 Wita dan langsung bertemu di room 26 Karaoke Akasaka.

"Tidak lama kemudian Budi Liman menghubungi terdakwa dan mengatakan sebentar lagi sampai dan dijawab terdakwa bahwa terdakwa akan menunggu di pintu masuk,"ungkap jaksa dalam dakawannya.

Willy juga meminta Budi Liman meletakan barang pesanan berupa sample di tempat sampah room 26 Akasaka. Setelah keduanya bertemu dan dua orang lainnya bersama mereka berjalan menuju room 26

Tak lama setelah sampai di room 26, petugas Bareskrim Polri dan langsung melakukan penangkapan terhadap terdakwa."Setelah ditangkap terdakwa bersama barang bukti langsung dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,"tandas Jaksa Bela.

Jaksa menjerat terdakwa Willy atas perbuatannya itu dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI. No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan susider Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI. No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.  (KN/SN)