DPRD Banyuwangi Meminta Pembangun Di Bibir Kawah Ijen Dihentikan

Jumat, 24 November 2017 09:14 Nasional

Bagikan

DPRD Banyuwangi Meminta Pembangun Di Bibir Kawah Ijen Dihentikan

Banyuwangi,  Semetonnews - Aksi Save Ijen digelar oleh sejumlah NGO Banyuwangi berujung tanpa hasil, pasalnya pihak BKSDA Jatim ngotot tetap melaksanakan pembangunan sarpras di tepian bibir kawah Ijen. 

DPRD Banyuwangi yang menjembatani pertemuan antara LSM dan BBKSDA ini pun gerah,  dengan sikap Kepala BBKSDA Ayu Dwi Utari. "Ibu kami mohon Banyuwangi ini sudah kondusif, agar situasi ini tetap terjaga tolong dihentikan dulu sampai ada jawaban dari Kementerian LH mengenai persoalan ini, "ujar Salimi. Sekretaris Komisi 4 DPRD Kabupaten Banyuwangi . Kamis (23/11).


Aksi Save Ijen yang yang dimotori oleh sejumlah NGO dan Aktivis Lingkungan ini pun mendesak agar pembangunan di Taman Wisata Alam Kawah Ijen dihentikan dulu, namun rupanya pemangku kewenangan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur, tak bergeming.


Kepala BBKSDA Provinsi Jawa Timur,  Ayu Dwi Utari,  bersama sejumlah staff,  memberikan paparan singkat bahwa proyek yang dilaksanakan di kawah ijen ini sdh sesuai dengan peraturan menteri. "Satu hal yang sudah saya dengarkan,  masukannya sudah saya terima,  kegiatan pembangunan di twa dan kawasan konservasi secara langsung kewenangannya dibawah pemerintah pusat,  dalam rangka penataan kawasan konservasi ijen sdh dilakukan perencanaan sejak tahun 2001, sesuai aturan menteri dan lain lainnya.


Ada blok pemanfaatan,  blok usaha san blok publik,  kalau blok usaha diperkenankan investor turut serta membangun,  dan kalau blok publik itu dibangun sarpras umum.  Tindak lanjutnya adalah sudah ada design tampak dan site plan sejak 2012. Baru Setelah Ijen 2017 menjadi kawasan taman wisata nasional pembangunan direalisir. 


DPRD Banyuwangi meminta Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur menghentikan proyek pembangunan infrastruktur publik di puncak Kawah Ijen. Alasannya, karena dinilai menyalahi ketentuan perundang-undangan yang ada.


Hal itu terungkap dalam hearing pembangunan infrastruktur publik yang digelar di DPRD Banyuwangi. Hadir dalam hearing tersebut adalah Kepala BBKSDA Jatim Ayu Dewi Utari dan beberapa NGO dan pemerhati lingkungan Banyuwangi. 


"Ada hal yang sangat berbahaya jika itu diteruskan. Karena kondisi di puncak Ijen tidak seperti di dataran biasa. Hawa sulfur di Ijen sangat tidak cocok dengan pembangunan beton disana. Gampang hancur," ujarnya kepada detikcom, usai digelarnya hearing, Kamis (23/11/2017). 


Menurut Salimi, alangkah baiknya jika pembangunan tersebut dihentikan dan diganti dengan bangunan berbahan kayu. "Kami ingin bangunan yang lebih alami dengan kayu. Bukan beton begini. Kami akan turun ke lapangan," tambahnya. 


Perwakilan NGO, Endras Puji Yuwono, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di bibir Kawah Ijen telah melanggar perundang-undangan. Selain menggunakan bahan yang tidak ramah lingkungan, pembangunan sejumlah infrastruktur itu telah merubah kontur lahan Kawah Ijen.


" Rencana pembangunan di bibir kawah kami memahami, kalau paltuding ke kawah ada 300-400 meter jangan ada pembangunan,  karena itulah momentum perjalanan wisata disana, dan jaraknya bisa dibuat aturan,  bisa ditulis pakai kayu tidak pakai beton, tidak ada bangunan mck,  bangunan lain,  karena kami melihat itu bertabrakan dengan peraturan 02 th 2012,"jelas Endras.