Table Top ASPPI, Membantu sektor Pariwisata dan perekonomian Bali

Minggu, 26 November 2017 14:02 Wisata

Bagikan

Table Top ASPPI, Membantu sektor Pariwisata dan perekonomian Bali

Mangupura, Semetonnews -Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) sengaja memertemukan para seller (penjual) dan buyer (pembeli) dari seluruh sektor pariwisata dari seluruh Indonesia yang digelar keempat kalinya di Kuta pada Kamis (23/11). Pertemuan tersebut tidak lain bertujuan untuk membantu pemerintah meningkatkan perekonomian daerah khususnya di bidang pariwisata. Dari hasil pertemuan ini, dikatakan mampu meningkatkan prosentase terjalinnya kerjasama antara seller dan buyer dibidang pariwisata hingga mencapai angka 75 persen.

“Pertemuan seller dan buyer dari yang reguler meningkat diangka 65 sampai 75 persen. Terjadi personal touch antara kedua belah pihak, dan hal tersebut tetap terpantau oleh pihak ASPPI sendiri,” terang Ketua DPD ASPPI Bali, Nyoman Sudiadnyana kemarin.

Pihaknya mengakui, sejauh ini ditemui kendala dalam upaya menyatukan misi para pelaku usaha pariwisata ini. Terutama dalam menjalin kerjasama yang dapat menyinergikan semua komponen pariwisata dan semua stakeholder, demi kemajuan perekonomian sektor pariwisata, di tengah belum atau tanpa adanya dukungan dari pemerintah. “Sejauh ini kendala dari anggota, para pelaku yang berbeda juga memiliki otak berbeda dan keinginan berbeda. Oleh karena itu, menyatukan yang berbeda inilah satu misi yang agak susah,” terangnya.

Tak hanya sekedar pertemuan untuk kerjasama, pihaknya menyampaikan, agenda ASPPI juga kerap digunakan untuk memberdayakan SDM anggota dengan adanya berbagai pelatihan dan sertifikasi. Dari 22 DPD ASPPI yang ada di Indonesia, sekarang anggotanya mencapai 1.500 orang lebih. “Seller kami kali ini dari hotel - hotel di Bali, restoran, dan aktivitas di Bali seperti water sport dan lain sebagainya. Sementara tidak menerima buyer dari Bali. Sebab buyer di Bali sudah bisa berinteraksi langsung dengan seller di Bali. Jadi buyernya dari luar Bali,” imbuhnya.

Pihaknya mengungkapkan, kegiatan ini telah menjadi barometer di Indonesia yang menyinergikan dan meningkatkan perekonomian di bidang pariwisata nasional, khususnya di Bali.

Sementara itu, Senator DPD RI yang membidangi pariwisata, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna atau yang akrab dipanggil ‘AWK’ ini menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan AJEG Bali yang sejauh ini dinilainya mandiri.”Kami menerima adanya laporan sebanyak 17 kali kegiatan dalam setahun ini yang dilakukan oleh ASPPI. Ini harusnya mendapat dukungan penuh dari pihak pemerintah, sehingga perlu dimaksimalkan dengan politik pemerintah melalui anggaran dan pemberdayaan ekonomi daerah. Dengan demikian, akan muncul kesejahteraaan masyarakat,” terangnya.

Apalagi kata dia, dengan program pemerintah yang mencanangkan 10 destinasi Bali baru pada 2019 mendatang. Program ini dirasa cocok bersinergi dengan target pemerintah.

Meskipun tahun kedepannya ini hanya 14 even yang diselenggarakan ASPPI, namun tetap mendapat apresiasi. Rencananya program - program semacam ini akan dibawa ke kementerian terkait. “Perannya saya sebagai DPD, akan mendukung. Ke depan akan ditingkatkan anggaran dalam negeri tahun 2018. Karena tahun ini Bali kan hanya mendapatkan sebesar Rp 500 miliar. Sehingga saya akan berupaya push kebijakan politik nantinya,” terangnya.

Sementara itu, dampak dari pertemuan seller dan buyer ini ,di antaranya terlihat dari interaksi antar beberapa daerah diluar Bali. Beberapa bulan terakhir ini diungkapkannya cukup banyak kabupaten dan provinsi yang mengadakan pameran di Bali. Bahkan beberapa provinsi juga memasang billboard di bandara I Gusti Ngurah Rai.(non/SN)