Over Kapasitas, Pasien DBD di Gianyar Antre untuk Dapat Rawat Inap

Senin, 21 Maret 2016 14:57 Peristiwa

Bagikan

Over Kapasitas, Pasien DBD di Gianyar Antre untuk Dapat Rawat Inap
Bupati Bharata Perintahkan Poliklinik Dirubah jadi Ruang Rawat Inap
Gianyar, Semetonnews -  Pesian Demam Berdarah Dague (DBD) di bumi  seni Gianyar,  terus meningkat hal ini membuat seluruh rumah sakit yang ada "angkat tangan” , selain over kapasitas juga minimnya ruang rawat bagi penghuni.

Hal ini membuat puluhan pasien yang membutuh ruang rawat inap, rela  antre berhari-hari. “Saya sudah empat hari antre untuk mendapatkan ruangan inap. Tapi sampai hari ini belum juga dapat,” terang salah seorang pasien yang kini ditempatkan di ruang tunggu depan IGD RSU Sanjiwani Gianyar, Senin (21/03/2016).

Ni Komang Sriani (42) di Banjar Tebesaya, Peliatan, Ubud, terpaksa dii nfuse di rumahnya. Padahal kondisinya sangat lemah karena trombositnya sangat rendah.

“Untung ada dokter di sebelah yang bisa memasangkan infuse. Namun dia menyarankan  secepatnya agar menjalani rawat inap di rumah sakit. Tapi semua rumah sakit yang saya datangi penuh,"terangnya.

Mendengar itu, Bupati Gianyar Anak Agung Gde Agung Bharata berinisiatif melihat langsung situasi lapangan, para penderita DBD yang membludak di RSUD Sanjiwani Gianyar, Senian siang.

Dia langsung memerintahkan agar semua polilinik RSUD Sanjiwani dirubah menjadi ruang rawat inap. Sementara poliklinik RSUD Sanjiwani dipindahkan ke Kantor Diskes Kabupaten Gianyar.

“Ini jalan satu-satunya [dirawat se adanya] agar semua pasien bisa mendapat perawatan yang maksimal sehingga bisa menghidari timbulnya korban jiwa,”terang Bharata.

Pada kesempatan itu, Bupati juga memohon permakluman pasien dan keluarga serta masyarakat karena saat ini, RSUD Sanjiwani memang over kapasitas.

Terlebih,  rumah sakit milih pemerintah ini  juga  sedang tahap revitalisasi. Dari data di RSUD Sanjiwani,  rata – rata pasien DBD masuk ke rumah sakit pemerintah itu mencapai 30 orang.“ Kondisi inilah yang menyebabkan antrian panjang yang meluber di sepanjang lorong RSUD Sanjiwani.  

Penulis : Nyoman Nana Devada
Editor   : Maria Gracia