Diperkirakan Membaik di Awal Tahun Perkembangan Properti

Selasa, 22 Maret 2016 15:57 Ekonomi Bisnis

Bagikan

Diperkirakan Membaik di Awal Tahun Perkembangan Properti
google/Semetonnews
Denpasar, Semetonnews – Meski sebelumnya sempat melambat, berdasarkan h‎asil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) di Provinsi Bali triwulan IV-2015 menunjukan terjadinya peningkatan pertumbuhan harga di pasar primer meskipun sedikit melambat dibanding pertumbuhan triwulan sebelumnya. 

Indeks harga property residensial Provinsi Bali pada triwulan IV-2015 tercatat sebesar 183,8 atau naik 0,34% (qtq),lebih rendah dibanding kenaikan indeks pada triwulan sebelumnya sebesar 0,62% (qtq). 

Beberapa factor yang mendorong kenaikan pertumbuhan harga property residensial primer pada triwulan IV-2015 adalah, kenaikan harga bahan bangunan (28,85%), kenaikan upah pekerja (26,92%), kenaikan harga bahan bakar minyak (19,23%), dan biaya perizinan yang mahal (15,38%), serta factor lainnya.

Secara tahunan (yoy), pertumbuhan harga property residensial primer pada triwulan IV-2015 juga mengalami peningkatan sebesar 1,77% (yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan III-2015 yaitusebesar 2,72% (yoy).Dilihat dari tipe rumah, perlambatan kenaikan harga hampir terjadi pada semua jenis tipe rumah. 

Peningkatan harga tertinggi terjadi pada rumah tipe menengah yang tumbuh sebesar 2,21% (yoy) sedangkan peningkatan terendah terjadi pada rumah tipe besar yang  tumbuh sebesar  1,43% (yoy). 

Sementara itu secara triwulanan, kenaikan harga terjadi pada tiperumah menengah dan besar. Peningkatan harga tertinggi terjadi pada rumah tipe menengah dengan kenaikan sebesar 0,89% (qtq). Sementara untuk tipe besar mengalami peningkatan harga sebesar 0,13% (qtq) dan tipe kecil tidak mengalami kenaikan harga. 

Hasil survey pada triwulan IV-2015 mengkonfirmasi bahwa, dana internal perusahaan dan pembiayaan bank tetap menjadi sumber utama pembiayaan pembangunan property residensial dengan share masing-masing mencapai 39% dan 53%. 

Komposisi pembiayaan ini sedikit mengalami peningkatan dibandingkan dengan triwulan III-2015 yang tercatat sebesar 36% (komposisi dana internal) dan 51% (komposisi pembiayaan dari bank). 
Sementara itu,komposisi pembiayaan dari konsumen melalui downpayment hanya sebesar 4%, lebih rendah dari triwulan III-2015 yang sebesar 
7,95%. 

Dari sisi konsumen, fasilitas KPR tetap menjadi pilihan utama  pembiayaan konsumen untuk semua jenis tipe rumah. Untuk jenis tipe rumah kecil, jumlah konsumen yang menggunakan pembiayaan KPR mencapai  71,33%, lebih rendah dari triwulan III-2015 yang sebesar 79,33%. 

Untuk jenis tipe rumah menengah, komposisi pembiayaan dengan KPR mencapai  70,29%, lebih rendah dari triwulan III-2015 yang sebesar 78,67%. Sementara komposisi pembiayaan KPR untuk tipe rumah besar mencapai 64,55%, lebih tinggi dibandingkan dengan hasil survey triwulan III-2015 yang sebesar 60%. 

Cash bertahap menjadi salah satu alternative pembiayaan yang dipilih konsumen, khususnya untuk perusahaan-perusahaan property dengan modal yang besar yang memberikan fasilitas cicilan secara bertahap kepada konsumen dengan jangka waktu 12 bulan -18 bulan. 

Perlambatan perkembangan property residensial  pada periode triwulan IV-2015 juga diperlihatkan oleh perlambatan pertumbuhan penyaluran kredit perbankan. 

Perkembangan KPR pada triwulan IV-2015 tercatat Rp 11,59 triliun, atau tumbuh sebesar 6,17% (yoy). Pertumbuhan penyaluran KPR tersebut tumbuh melambat jika dibandingkan dengan triwulan III-2015 yang tumbuh sebesar 7,50% (yoy) dan dibandingkan triwulan IV-2014 yang tumbuh sebesar 15,02% (yoy). 

Perkembangan properti di Provinsi Bali diperkirakan akan mulai membaik pada triwulan I-2016, ditunjukkan dengan perkiraan pertumbuhan harga properti residensial yang lebih tinggi yaitu sebesar 1,11% (qtq). Peningkatan harga properti residensial tertinggi (secara triwulanan) diperkirakan terjadi pada jenis rumah tipe menengah yang mencapai 1,78% (qtq), sementara untuk tipe rumah kecil dan besar masing-masing meningkat sebesar 0,72% (qtq) dan 0,83% (qtq). 

Peningkatan juga ditunjukkan oleh pertumbuhan tahunan harga properti residensial yang juga menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi. 

Pertumbuhan Indeks Harga Properti Residensial pada triwulan I-2016 diperkirakan sebesar 2,63% (yoy), tumbuh lebih tinggi bila dibandingkan dengan triwulan IV-2015 yang sebesar 1,77%.‎
Penulis. : Rifky‎
Editor : Paksi Jalantaka ‎