Dikunjungi Mentri Agama, Bupati Buleleng Sodorkan Jalan Shortcut Denpasar-Singaraja

Selasa, 22 Maret 2016 21:04 Peristiwa

Bagikan

Dikunjungi Mentri Agama, Bupati Buleleng Sodorkan Jalan Shortcut Denpasar-Singaraja
Bupati Buleleng. (ist/Semetonnews)

Buleleng, Semetonnews – Hingga saat ini rencana pembangunan  Jalan Shortcut Denpasar-Singaraja masih terus menjadi wacana dan belum terealisasi. Lucunya, saat Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin ‎berkunjung ke Buleleng, Bupati Putu Agus Suradnyana, langsung mengabarkan persoalan jalan.

Tentu saja hal itu dinilai sebagai salah alamat dan bikin seluruh warga tersenyum yang hadir pada acara Peresmian Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja di Gedung Laksmi Graha Singaraja, Selasa (22/3).‎

"Kalau Pak Menteri sedang ada rapat-rapat koordinasi, bisa disampaikan usulan pembangunan jalan shortcut ini. Mohon ya Pak Menteri soalnya jarang ada Menteri yang datang ke Buleleng," kata Suradnyana dihadapan Menag RI itu.

Lukman Saifudin yang mendengar permohonan itu, hanya bisa tersenyum sambil mengangguk-anggukan kepalanya. Moment ini dianggap Suradnyana paling tepat untuk menyampaikan aspirasinya yang berasal dari masyarakat Buleleng.

Namun ketika sambutan Menag RI, Lukman Saifuddin membalas permohonan Bupati itu. Dihadapan undangan dan Bupati Suradnyana, Lukman mengaku, sudah langsung menghubungi Menteri Perhubungan RI, Ignasius Jonan, begitu ada permohonan Bupati Suradnyana soal pembangunan jalan shortcut Singaraja-Denpasar.

"Saya langsung Watshap Pak Menteri Perhubungan Pak Jonan, ketika Pak Bupati tadi menyampaikan jalan shortcut tadi. Tapi pesan saya yang sudah saya dikirim tadi, belum mendapatkan balasan sama Pak Jonan," pungkas Lukman.

Pembangunan jalan Shortcut itu sebenarnya merupakan kewenangan dari Menteri Perhubungan, bukan Menteri Agama. Pemkab Buleleng selama ini sudah berupaya agar pembangunan jalan shortcut terealisasi, karena dinilai dapat mempersingkat waktu jarak tempuh perjalanan dari Singaraja menuju Denpasar atau sebaliknya.

Penulis : Kadek Ari Setun‎

Editor : Paksi Jalantaka ‎