Dikeluhkan Sopir Truk Kena Pungli, Petinggi Dishub Jembrana Didudukan Wabup

Selasa, 22 Maret 2016 21:44 Peristiwa

Bagikan

Dikeluhkan Sopir Truk Kena Pungli, Petinggi Dishub Jembrana Didudukan Wabup
Petinggi di Dishub Jembrana saat di ruang kerja Kembang Hartawan. (Dewa/Semetonnews)
Jembrana, Semetonnews- Ambruknya jembatan Tukadaya, yang berlokasi di Desa Tukadaya, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, Bali beberapa waktu lalu ternyata justru mendatangkan berkah bagi oknum petugas Dinas Perhubungan Jembrana.‎

‎Namun berembus isu, sejumlah oknum petugas Perhubungan yang melakukan tugas jaga di jembatan tersebut mulai dikeluhkan sopir kendaraan angkutan barang. Sejumlah sopir truk mengaku kerap dijadikan sasaran pungli oleh oknum petugas Perhubungan yang berjaga di jembatan darurat tersebut.


Bahkan bau amis yang ditebar oleh sejumlah oknum pegawai Perhubungan tersebut sampai tercium oleh Wakil Bupati Jembrana Made Kembang Hartawan. Tak hanyal, sejumlah pentolan di Dinas Perhubungan didudukkan oleh Kembang Hartawan di ruang kerjanya.‎

Tidak tangung-tanggung, mulai dari Kadis,Kasi dan Kabid semua kena damprat dari Kembang Hartawan. Bahkan Kembang Hartawan menarik dan melarang Dinas Kominfo menugaskan personilnya berjaga di jembatan tersebut.  


“Kami melarang mereka (‎pegawai Perhubungan) untuk sementara ini ‎berjaga di jembatan tersebut. Penarikan petugas itu untuk pembinaan. Semangat revolusi mentalnya belum jalan, perlu kita benahi,” tegas Kembang Hartawan kepada sejumlah awak media di Jembrana, Selasa (22/3/2016).  ‎


Sementara Kadis Hubkominfo Jembrana, Gusti Ngurah Bagus Putra Riyadi mengatakan, disamping menjadi perhatian Wabup Kembang, masalah dugaan pungli itu juga sempat menjadi sorotan pihak Ombudsmen Bali. 

Namun pihaknya mengaku sulit untuk membuktikan aksi pungli tersebut.


“Tapi kalau memang terbukti ada petugas kami yang melakukan pungli tentu ‎diberikan sanksi berat,” akunya.


Pantauan tadi siang hingga sore hari tampak sudah tidak ada satupun petugas di pos jaga jembatan tersebut. Tidak hanya nihil petugas Perhubungan, namun petugas Kepolisian yang biasa ikut berjaga di pos tersebut juga tidak terlihat.  ‎



Penulis : Dewa Putu Darmada 

Editor : Paksi Jalantaka ‎