Terdakwa Ngaku Salah dan Minta Pengampunan Hakim

Rabu, 23 Maret 2016 00:07 Hukum & Kriminal

Bagikan

Terdakwa Ngaku Salah dan Minta Pengampunan Hakim
Ilustrasi (semetonnews)
Denpasar, Semetonnews -Hamdani, terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan pupuk di Dinas Pertanian Pangan dan Holtikultura Karangasem mengaku bersalah memalsukan tanda tangan. 

Ini terungkap pada persidangan, Selasa (22/3/2016) saat terdakwa diberi kesempatan mengajukan pembelaan. Seperti diketahui, Hamdani yang merupakan rekanan dalam pengadaan ini sebelumnya oleh jaksa tuntut hukuman penjara selama 4 tahun dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan.

Karena sudah mengaku bersalah, terdakwa dihadapan majelis hakim pimpinan Achmad Peten Sili akhirnya meminta pengampunan, dengan alasan terdakwa selama ini adalah tulang punggung keluarganya. 

Sementara kuasa hukum terdakwa, I Gede Putu Bimantara Putra, dan I Ketut Bakuh mengatakan, jika melihat dari fakta persidangan, perbuatan yang dilakukan Hamdani lebih mengarah pada tindak pidana pemalsuan. 

Dengan demikian, Hamdani seharusnya tidak disidangkan di Pengadilan Korupsi. Selain itu, Hamdani juga tidak bermaksud merugikan negara. Alasanya, pemalsuan tanda tangan yang dilakukan, semata-mata hanya untuk mempercepat mempercepat pencairan dana."Dana itu semuanya juga sudah diterima oleh kelompok tani,"tandas kuasa hukum terdakwa.

Penulis : Maria Gracia