Terungkap dalam Sidang, Dana Punia Ada Karena Usulan Praptini

Rabu, 23 Maret 2016 00:38 Hukum & Kriminal

Bagikan

Terungkap dalam Sidang, Dana Punia Ada Karena Usulan Praptini
Ilustrasi (semetonnews)
Denpasar, Semetonnews- Mantan Kabiro Umum IHDN, Praptin yang menjadi terdakwa dalam kasus korupsi dana punia di IHDN makin terpojok saja. Pasalnya, dalam sidang, Selasa (22/3/2016) kembali terungkap bahwa usulan dana punia datang dari terdakwa, Praptini. Sedangkan Prof. Made Titib yang juga menjadi terdakwa dalam kasus ini berperan merestui usulan Praptini. 

Hal ini terungka dari kesaksian dua orang saksi yang dihadikan dalam persidangan. Dua saksi yang dihadirkan yaitu Sekertaris Penerimaan Mahasiswa Baru (Maba) 2011, Subagia dan Wakil Ketua Penerimaan Maba 2011, Gede Sedana Suci. 

Subagia sendiri, sejatinya mengaku tidak tidak tahu banyak soal dana punia ini. Tapi dia mengatakan bila usulan dana punia ini datang dari Praptini saat rapat yang dihadiri 10 pejabat IHDN Denpasar dan Panitia Maba.

Dijelaskanya, saat itu, Praptini mengusulkan dana punia dikenakan kepada tiap mahasiswa baru sebesar Rp 1 juta. Saat usulan tersebut seluruh peserta rapat hanya diam. Hakim menanyakan reaksi Rektor, Prof Titib saat itu. “Pak Rektor hanya mengiyakan saja,"jawab saksi.

Hal senada juga diturukan oleh Wakil Ketua Penerimaan Maba, Sedana Suci. Ia mengatakan Kabiro Umum, Praptini yang mengusulkan dana punia tersebut. Bahkan Praptini juga yang meminta agar usulan tersebut dikordinasikan ke Jakarta. Hanya saja bedanya, jika usulan tersebut baru sebatas usulan karena belum mendapat persetujuan saat rapat tersebut.

Saat ditanya mengapa usulan dana punia tersebut akhirnya masuk dalam salah satu kewajiban mahasiswa baru, Sedana mengatakan tidak mengetahuinya. “Posisi saya hanya sebagai wakil ketua. Yang lebih banyak tahu ketua,"tegasnya.

Penulis   : Putu Leko
Editor     : Maria Gracia