2016 Nusa Penida Mengawali Kekeringan di Bali

Rabu, 23 Maret 2016 20:44 Peristiwa

Bagikan

2016 Nusa Penida Mengawali Kekeringan di Bali
kemarau google/Semetonnews
Bali, Semetonnews - Mulai pertengahan bulan Maret ini, Nusa Penida sudah memasuki musim kemarau. Pulau kecil bagian dari Kabupaten Klungkung tersebut notabene merupakan wilayah yang paling pertama tersentuh musim kemarau ketimbang wilayah-wilayah lain di Bali.

"Secara normal, musim kemarau kita memang dari Timur. Yakni dari Nusa Penida," sebut Kepala Stasiun Klimatologi Negara Bali, Nuga Putrantijo, Rabu (23/3/2016).

Setelah Nusa Penida, musim kemarau bergerak ke wilayah Klungkung (Banjarangkan, Klungkung, dan Dawan), Karangasem (Ulakan), serta Gianyar (Celuk dan Gianyar).

Selanjutnya untuk di bulan April, musim kemarau menjamah kawasan Jembrana (Cekik, Negara, Pohsanten, Rambutsiwi, Pulukan, Palasari, Tetelan, dan Melaya), Tabanan (Suraberata, Bajera, Kerambitan, Buruan, dan Candikuning), Bangli (Pengotan, Kintamani, Bangli, Sidembunut, Catur, dan Kembangsari), Gianyar (Payangan dan Tampaksiring), Badung (Kapal, Ngurahrai, Bukit Jimbaran, dan Abiansemal), Denpasar (Sumerta dan Sanglah), Karangasem (Kubu), serta Buleleng (Sumber Klampok, Pejarakan, Banyupoh, Gerogak, Celukan Bawang, Tukad Mungga, Patas, Busung Biu, Sukasada, Kubutambahan, Bengkala, dan Tejakula).

Di bulan Mei, kemarau akan terjadi di Tabanan (Baturiti dan Pupuan), Badung (Petang dan Pelaga), serta Karangasem (Kahang-Kahang, Abang, Amlapura, Singarata, Besakih, dan Sidemen).

Sedangkan untuk wilayah yang terakhir terjamah, yakni pada bulan Juni, adalah wilayah Buleleng (Gitgit dan Wanagiri).

Nuga menambahkan, kemarau di tahun 2016 ini, diprakirakan tidak akan ekstrim layaknya tahun 2015. Itu terkait melemahnya El Nino yang sudah terjadi sejak tahun 2015 lalu. "Artinya tidak akan terjadi musim kemarau panjang, sepanjang di tahun 2015," jelasnya.

Penulis: Surya
Editor : Paksi Jalantaka ‎