Pedagang Pasar Gruduk Perbekel Pejarakan, Protes Akan Dibangunnya Toko Moderen

Kamis, 24 Maret 2016 11:42 Peristiwa

Bagikan

Pedagang Pasar Gruduk Perbekel Pejarakan, Protes Akan Dibangunnya Toko Moderen
para Pedagang Pasar.Ari/Semetonnews
Buleleng,Semetonnews – Perwakilan pedagang tradisional di Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, mendatangi Kantor Perbekel Desa Pejarakan, Kamis (24/3/2016) pukul 09.30 wita. 

Mereka menuntut, agar Perbekel dan Klian Desa mencabut rekomendasi, atas izin pendirian pasar Modern yakni, Indomaret yang akan dibuka di Desa Pejarakan.

Sesampainya perwakilan dagang di Kantor Perbekel pejarakan, perwakilan pedagang malah tidak berhasil menemui Perbekel Desa Pejarakan, Made Astawa. 

Menurut salah seorang staf di kantor perbekel Pejarakan menyebutkan, Perbekel sedang mengikuti persembahyangan piodalan di Pura Menjangan. 

"Bapak lagi ikut sembahyang, sedang tidak ada," ujar seorang staf, saat menerima kedatangan perwakilan dagang.

Karena mereka tidak berhasil menemui Perbekel Astawa. Aksi mereka yang berjalan damai ini, akhirnya dilanjutkan dengan membentangkan spanduk yang bertuliskan.

"Indomaret Mematikan Pedagang Kecil, Cabut Rekomendasi Perbekel Dan Klian Desa", yang dibentangkan di depan Kantor Desa Pejarakan.

Koordinator Pedagang Tradisional, Komang Agus Arnawa mengatakan, aksi yang dilakukan ini merupakan tindaklanjut dari pertemuan beberapa waktu lalu dikediaman Perbekel Astawa, yang meminta untuk mencabut rekomendasi Perbekel, atas izin pendirian Indomaret yang rencananya akan dibuka pada Senin (28/3/2016).

"Ini akan mematikan perekonomian bagi pelaku usaha kecil. Kami menuntut agar Rekomendasi itu dicabut Perbekel, tidak ada alasan lagi," ujar Arnawa.‎

Katanya memang sempat ada pertemuan awal dalam membahas persoalan ini. Namun kata dia tidak ada kejelasan lagi.‎

"Sebelumnya kami sudah bersurat untuk audensi hari ini, tapi malah diabaikan seperti ini. Perbekel tidak melindungi warganya yang notabene sebagai pedagang kecil," kesal Arnawa, yang diiyakan pedagang kecil lainnya.

Perbekel Astawa yang berusaha dikonfirmasi, masih belum bisa. Berulang kali semetonnews.com berusaha menghubungi, namun tidak ada jawaban. Begitu juga perwakilan pedagang tradisional yang berusaha menghubungi Perbekel Astawa, juga belum menemukan jawaban.‎
Penulis : Kadek Ari Setun 
Editor : Paksi Jalantaka ‎