Pihak ‎Jasa Raharja Tidak Santuni Penumpang Grab Dan Uber

Kamis, 24 Maret 2016 19:24 Peristiwa

Bagikan

Pihak ‎Jasa Raharja Tidak Santuni Penumpang Grab Dan Uber
ilustrasi google/Semetonnews
Denpasar, Semetonnews – Terungkap dari apa yang disampaikan Sumario, Kepala Bagian Operasi Jasa Raharja Bali, jika penumpang Grab Car dan Uber Taxi tidak termasuk yang dijamin atau disantuni oleh Jasa Raharja jika terjadi kecelakaan.
"Jika dilihat dari UU No. 33 Tahun 1964 Juncto PP No. 17 / 1965 Uber dan Grab tidak termasuk dalam Moda Transportasi yang mendapat jaminan kecelakaan dari Jasa Raharja," tukas Sumario yang ditemui Semetonnews di kantornya di Denpasar, Kamis (24/3/2016).

Kata dia, kedua angkutan ini tidak pernah mendaftarkan kendaraannya di instansinya. "Jangankan bayar premi asuransi, mendaftar saja tidak," ucapnya.

Karena tidak pernah mendaftar di Jasa Raharja, Sumario yang didampingi Ketut Suana, Humas Jasa Raharja mengingatkan masyarakat agar jangan mengambil resiko dengan menggunakan Grab maupun Uber. 
"Kita tidak menghendaki sesuatu terjadi, namun bila terjadi kecelakaan di jalan, siapa yang harus bertanggung jawab, ini yang mesti juga dipertanyakan penumpang," imbuhnya.
Namun lanjutnya, bila menggunakan transportasi resmi yang terdaftar di Organda ataupun Dishub, sesuai dengan mekanisme yang diatur pemerintah maka wajib hukumnya Jasa Raharja mengeluarkan santunan bagi para korban.
"Kita akan berikan santunan bagi korban kecelakaan kendaraan umum yang terkena musibah, sesuai dengan UU No. 33 Tahun 1964," tandasnya.
Ia menekankan, keputusan pemerintah Bali dengan menyetop operasional Grab ataupun Uber di Bali sangatlah tepat, selain tidak berijin, juga menyangkut keselamatan penumpangnya.
"Penumpang jangan hanya melihat kenyamanan, bersih, atau wanginya kendaraan, tapi sebenarnya tidak aman. Saya kira keputusan pemerintah Provinsi Bali menyetop keduanya (Grab - Uber) sangatlah tepat," pungkasnya.

Penulis : Rifky
Editor.   : Paksi Jalantaka‎