Alami penyakit aneh, Warga gelar prosesi ritual kecil di lokasi temuan paus

Jumat, 25 Maret 2016 14:33 Budaya & Pendidikan

Bagikan

Alami penyakit aneh, Warga gelar prosesi ritual kecil di lokasi temuan paus
ist/Semetonnews
Klungkung, Semetonnews‎ – Warga di lingkungan pesisir pantai Watu Klotok di Klungkung, menggelar prosesi Pelebonan Alit untuk Paus jenis sperma yang terdampar pada Senin ( 14 / 3) lalu. 

Upakara ini dibuat menyusul adanya penyakit aneh yang dialami oleh warga. ‎Kabarnya tepat pada Senin Kliwon (21/3) lalu, ‎salah seorang warga yang kebetulan seorang pemangku penyungsung alami ketahuan atau kesurupan.

"Saat itu pas Kliwon, istri dari Mangku Suwitra ketahuan (kesurupan) tiba-tiba nangis dan teriak histeris. Itu disaat semua umat datang sembahyang. Katanya kalau paus yang terdampar waktu ini bukan paus biasa, bahkan ada kutukan bencana bagi orang yang ambil daging paus itu," terang warga setempat yang ikut sembahyang malam itu.

Begitu mangku istri tersadar, satu persatu warga mengaku kalau mengalami penyakit aneh. Katanya, ada yang mengaku badan baunya Amis terus, ada yang ngaku gatal-gatal dan bentol-bentol. 

Warga yang mengalami penyakit aneh itu seluruhnya mereka yang telah mengambil beberapa potong daging paus dan gigi paus untuk dibuat minyak. 

"Saat warga mengaku akan penyakit aneh yang dialami. Kembali mangku istri kesurupan dan menyebut bahwa Paus tersebut adalah utusan Ratu Lingsir Dalem Watu Renggong," tuturnya.

Mangku Suwitra saat ditanya soal ini juga membenarkan dan dalam pawisik itu, katanya harus digelar ritual Pelebonan Alit semacam upacara Ngaben utuk kematian. Ritual itu harus dilakukan ditempat lokasi paus itu ditemukan.

"Dalam pawisik itu agar kita melakukan upakara pelebon alit dengan sarana banten sesorohan selem (tumbal ayam hitam), dandanan, prasista duur mengala, sareng pejati. Beliau mengutuk siapa saja yang mengambil bagian tubuhnya seperti gigi, kulit, daging, dan siripnya. Karenanya kita diminta menggelar prosesi upakara ini sebagai permohonan maaf karena ketidaktahuan kita," jelasnya.

Dalam upacara ini diikuti oleh seluruh warga yang terlibat melakukan pengambilan terhadap daging paus tersebut. Bahkan warga yang sudah mengolah menjadi minyak, mengembalikan dan menuangkan minyak tersebut di lokasi tempat Paus tersebut terdampar dan dikuburkan.

Penulis : Paksi Jalantaka ‎