Jaringan Prostitusi Melalui BBM di Jembrana  Marak

Jumat, 25 Maret 2016 15:33 Sport & Life Style

Bagikan

Jaringan Prostitusi Melalui BBM di Jembrana  Marak
ilustrasi. google / Semetonnews

Jembrana, Semetonnews-Setelah sempat menguap lantaran diobok-obok oleh pihak kepolisian, kini prostitusi lewat BBM di Kabupaten Jembrana, Bali kembali marak. Parahnya lagi, wanita-wanita yang diperjual belikan ke lelaki hidung belang justru kebanyakan anak di bawah umur.

 

Hasil penelusuran selama dua bulan lebih membuktikan, prostitusi lewat BBM di Bumi Makepung mulai tumbuh subur sejak dua bulan belakangan ini. Menawarkan wanita-wanita lokal yang umurnya antara 15 sampai 18 tahun. Mereka dikordinir oleh sejumlah muncikari yang dipanggil mami. Salah satunya AY (17), salah seorang muncikari spesialis ABG di salah satu desa yang ada di Kecamatan Jembrana.

 

AY, dari penelusuran diketahui memiliki anak buah lebih dari 10 orang, seluruhnya adalah ABG putus sekolah, namun ada pula yang masih berstatus pelajar SMA dan SMP. Oleh AY, gadis-gadis yang rata-rata berparas pas-pasan tersebut dipasarkan kepada lelaki hidung belang melalui BBM. Dengan tariff antara Rp 250 ribu sampai Rp 500 ribu untuk sekali kencan.

 

Dikalangan lelaki pemburu daun muda, nama AY memang sangat dikenal sebagai penyedia ABG yang bisa diajak kencan. Menurut sumber bisannya, AY mengumpulkan para ABG tersebut di rumahnya. Baru jika ada pelanggan yang memesan melalui BBM ataupun SMS, AY mengantarkan ke penginapan atau hotel yang telah disepakati. Pelanggannya kebanyakan lekai-laki yang telah berumur.

 

“Sebenarnya AY itu sudah dari dulu menjadi muncikari ABG, tapi dia tidak pernah tertangkap. Padahal dulu anak buahnya pernah ditangkap polisi sedang melayani tamu,” terang salah seorang tetangga AY yang gerah melihat kekuannya, Jumat (25/3/2016).

 

Terkait hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Gusti Made Sudarma Putra dikonfirmasi melalui ponselnya mengaku akan melakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut.


“Kami akan menyelidiki dulu kebenaran informasi ini. Tapi jika terbukti benar informasi itu, tentu saja kami akan melakukan tindakan hokum,” tutupnya.  


Penulis : Dewa Putu Darmada

Editor : Paksi Jalantaka