Anak Mau Dioperasi Usus Buntu, Sri Malah Gantung Diri

Selasa, 01 Maret 2016 11:57 Peristiwa

Bagikan

Anak Mau Dioperasi Usus Buntu, Sri Malah Gantung Diri
(Ilustrasi/Semetonnews)

Jembrana, Semetonnews- Diduga lantaran depresi memikirkan anak keduannya yang sedang di rawat di RSUD Negara dan harus menjalani operasi usus buntu, Ni Nyoman Sri Ayuni (44), ibu rumah tangga asal Lingkungan Baler Bale Agung, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Selasa (1/3/2016).

 Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, sehari sebelum ditemukan tewas tergantung, Sri demikian panggilan akrabnya, sekitar pukul 17.00 wita bersama Nyoman Dendra, bapak mertuanya pulang dari menjaga anaknya yang dirawat di RSUD Negara.

“Sesampai di rumahnya, korban sempat melakukan aktipitas sebelum masuk kamar untuk tidur,” terang Kapolsek Mendoyo Kompol Gusti Agung Komang Sukasana kepada Semetonnews. Menurut Sukasana, pada pagi harinya korban telah ditemukan tewas tergantung di kosen kamar tidurnya dengan ketinggian sekitar dua meter.

Sri gantung diri menggunakan kain selendang warna hijau kehitaman bermotif bunga sepanjang 207 cm yang diikatkan di leher korban. Pertama kali ditemukan oleh bapak mertua Sri. Padahal hampir di saat yang sama Sri harus mendampingi anaknya menjalani operasi usus buntu.
 

"Rencananya hari ini anaknya mau dioperasi usus buntu,” tutur Sukasana kepada Semetonnews di Jembrana. Saat ditemukan, korban mengenakan baju kaos warna pink, celana pendek bermotif bunga dan dalam keadaan sudah meninggal dunia. Kasus tersebut oleh saksi kemudian dilaporkan ke Polsek Mendoyo.

Dari hasil pemeriksaan terhadap jasat korban bersama tim medis, menurut Sukasana tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban dan diduga korban meninggal karena gantung diri.

 “Dari keterangan pihak keluarga dan saksi-saksi, diduga korban gantung diri karena stress atau depresi memikirkan anaknya yang akan menjalani operasi usus buntu,” tutup Sukasana.

Penulis : Dewa Darmada
Editor   : Robinson Gamar