Banyak Umat Kesurupan di Acara Pujawali Pererepan Sari

Sabtu, 26 Maret 2016 20:41 Budaya & Pendidikan

Bagikan

Banyak Umat Kesurupan di Acara Pujawali Pererepan Sari
Pujawali di Pererpan Sari Pedungan.(paksi/Semetonnews)
Denpasar, Semetonnews – Upakara pujawali Pererepan Sari di jalan Pulau Bangka Pedungan, banyak umat yang datang mengalami trans. Itu setelah tapakan atau topeng Rangda dan Barong turun untuk mesolah (menari).

Upakara yang digelar setiap enam bulan sekali ini selalu ramai didatangi para umat yang menghaturkan Bhakti. "Untuk puncak pujawali di Pererepan datangnya setiap Tumpek Klurut. Enam bulan sekali kita laksanakan," ungkap Mangku Widya, Sabtu (26/3) di Pererepan Sari, Denpasar.

Suasana makin terasa begitu mistis tatkala semua umat yang datang kesurupan. Bahkan beberapa pria yang memadukan para patih juga terlihat menhunuskan senjata menusukkan ke tubuhnya sebagai wujut kesetiaan pada sesuhunan.‎

Menariknya, sesuhunan berupa Rangda dan Barong biasanya ditempatkan di sebuah Pura yang disungsung desa adat. Namun di Pererpan sari ini, justru di empon oleh keluarga dan para umat yang datang setelah mendapat tujuan dari apa yang diminta. 

"Umat yang datang kesini (Pererepan sari) mereka yang mohon kesembuhan, ketenangan serta masalah lainnya. Mungkin karena direstui sehingga terus datang dan menghaturkan Bhakti, " kata mangku.

Sedikitnya ada emapt tapel Rangda dan satu Barong serta ada topeng tua dan telek yang disarankan. "Selain berupa topeng, ada berupa arca yang kita linggihkan," Ungkap Mangku Widya menyebut bahwa semua ini sebelumnya sudah ada sejak puluhan tahun, namun baru dibuatkan tapakan atau tapel (topeng) sekitar delapan tahun lalu.‎

Penulis : Paksi Jalantaka