Wakil Gubernur Bali Kunjungi Pasar Badung

Selasa, 01 Maret 2016 14:05 Peristiwa

Bagikan

Wakil Gubernur Bali Kunjungi Pasar Badung
Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta (kiri) mengunjungi lokasi kebakaran di Pasar Badung, Selasa (1/3/2016). (Jalantaka/Semetonnews)

Denpasar, Semetonnews- Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta mendatangi pasar Badung pada Selasa (1/3/2016) siang. Pantauan Semetonnews, Wagub Sudikerta yang juga didampingi Assisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Setda Provinsi Bali Ketut Wija,  menghimbau kepada para pedagang yang masih berjualan ditengah kondisi pemadaman sedang berlangsung untuk bersabar terlebih dahulu.

Hal tersebut dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan para pedagang dan pembeli, apabila masih tetap bersikukuh berjualan pada kondisi yang dapat dikatakan masih belum kondusif untuk aktifitas jual beli. “Saya himbau untuk tidak berjualan terlebih dahulu, hendaknya bersabar dulu, karena tim pemadam masih bekerja," kata Sudikerta.

Menurutnya, kejadian kebakaran ini merupakan kali kedua yang terjadi di Pasar Badung, dimana sebelumnya pada tahun 2007 juga telah terjadi hal yang sama. Hal ini tentu menjadi perhatian pemerintah maupun masyarakat. Selanjutnya, untuk penanggulangan bencana lebih lanjut baik dari segi relokasi sementara para pedagang maupun pembangunan kembali Pasar Badung, Sudikerta berharap terdapat koordinasi yang baik antara Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Provinsi Bali.

Sementara itu, Kepala Seksi  Operasional Dinas Kebakaran Kabupaten Badung Badung I Ketut Nadu mengungkapkan bahwa barang-barang yang ada didalam toko pada lantai satu sampai tiga tidak bisa diselamatkan lagi, semuanya habis terbakar oleh si jago merah.

Dalam menangani kebakaran tersebut, terdapat 31 Mobil Pemadam Kebakaran yang terdiri dari Mobil Pemadam Kebakaran Kota Denpasar (15 mobil), Kabupaten Badung (7 mobil), Tabanan, Gianyar, Klungkung Bnagli (masing-masing 2 mobil), dan Mobil Pemadam Kebakaran dari Bali Tourism Development Center (BTDC).

Dalam momentum itu, Ia juga mengugkapkan bahwa sampai sekarang belum dapat dipastikan penyebab dari kebakaran tersebut, namun sejak tadi malam banyak ledakan-ledakan yang bermunjulan dari tabung gas, mesin pendingin serta barang-barang yang terkandung gas lainnya.

Sampai saat ini, Ketut Nadu mengungkapkan bahwa pemadaman sudah dapat dilakukan 90%, selanjutnnya difokuskan pada pendinginan kebakaran."Penangananya sudah mencapai 90 persen, tapi tentu harus tetap siaga demi mencegah api mebesar kembali," kata  Ketut Nadu.

Penulis  : Paksi Jalantaka