Siaran Langsung Piala Eropa di Bali Masih Dipertimbangkan

Minggu, 27 Maret 2016 19:54 Olahraga

Bagikan

Siaran Langsung Piala Eropa di Bali Masih Dipertimbangkan
Pihak PT. ISM dan PT. NONBAR bersama tim kuasanya siap menyelesaikan yang terjadi (Sena Aji/Semtonnews)

Denpasar, Semetonnews-PT Inter Sport Marketing (ISM) selaku pemegang hak cipta siaran langsung Piala Eropa dan Piala Dunia, bersama PT Nonbar, kini masih mempertimbangkan apakah Piala Eropa 2016 nanti, di Bali akan diberikan siaran langsung atau tidak, terutama untuk sisi
komersial.

“Kami dari pihak PT ISM melalui PT Nonbar, masih mempertimbangkan dengan cermat apakah siaran langsung Piala Eropa 2016 di Bali, bakal kami berikan atau tidak. Tapi kalau pihak hotel lainnya, mendaftarkan
diri secara administrasi ke kami, jelas kami berikan. Soal hak pemegang siaran langsung Piala Eropa itu sudah 90% ditangan kami,” kata CEO PT ISM, Jony Gunawan, bersama CEO PT Nonbar, Anton Gunawan, dan tim survey, Dodik Hariyadi, Minggu (27/3/2016).

Pertimbangan Bali apakah diberikan siaran langsung untuk komersial atau tidak untuk Piala Eropa, lanjutnya, lantaran masih ada pihak-pihak yang menyiarkan langsung untuk tujuan komersial, tapi tidak menjalankan aturan yang diberlakukan PT ISM dan PT Nonbar.

Sementara itu, tim kuasa hukum PT ISM dan PT Nonbar, yang diketuai Wilmar Sitorus, didampingi kuasa hukum lainnya, Fredrik Billy, dan kuasa hukum PT ISM dan Nonbar perwakilan Yogyakarta, Windy mengutarakan, pihak kuasa hukum PT ISM dan PT Nonbar kini menjadi satu dengan pengacara seluruh Indonesia, yang turut bergabung.

“Seluruh pengacara di Indonesia telah menjadi satu dengan kami, dan kami beri nama Jaws law fams. Kami bertugas menangani pelanggaran hak cipta siaran langsung, yang dilakukan PT ISM dan PT Nonbar.

Bahkan sudah ada pelanggaran yang berjalan dan sudah masuk pengadilan, terutama soal pelanggaran hak cipta siaran langsung Piala Dunia di Brasil 2014 lalu. Diantaranya, di Yogyakarta dan daerah lainnya,” tandasnya.

Dicontohkannya, di Pengadilan Negeri Sleman, dijelaskan Wilmar Sitorus, PT ISM dan PT Nonbar, telah memenangkan kasus pelanggaran hak cipta, yang dilakukan Nur Winantyo, yang nota bene General Manger The Jayakarta Hotel & Spa.

“Itu faktanya. Kami sayangkan yang terjadi di Bali. Polda Bali kok malah mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap 9 hotel yang kami tuntut. Dasarlnya unik, lantaran tidak ada pelanggaran pidana.

Jadi pertanyaannya sekarang, apakah KUHP di Yogya atau Sleman itu, apakah berbeda dengan di Bali,” demikian Wilmar Sitorus.

Penulis:  Sena Aji

Editor  :  Maria Gracia