Pemuda Ingusan, Racuni Bapak–bapak ‘Galau’ dengan Sabu-Sabu

Senin, 28 Maret 2016 16:51 Hukum & Kriminal

Bagikan

Pemuda Ingusan, Racuni Bapak–bapak ‘Galau’ dengan Sabu-Sabu
tersangka narkoba di Gianyar.(devada/Semetonnews)
Gianyar,  Semetonnews – ‎Setelah  melewati aksi kejar-kejaran yang cukup menegangkan,  Kadek W (20) asal Desa Siangan, Gianyar, akhirnya berhasil ditangkap  petugas BNN Kabupaten Gianyar.  

Pemuda pengangguran  ini, diburu petugas kerena menjadi penyedia Sabu-sabu yang dikonsumsi tiga orang bapak-bapak yang "galau".
“ Kadek W ini kita cegat di Jalan Bay Pas Dharma Giri, Gianyar, Minggu malam, kamarin. Namun Kadek yang dibonceng oleh  M justru menghindar dan tancap gas motornya. Kami pun terus mengejar, dan kami hadang di simpang Blahbatuh,” ungkap Kepala BNN Kabuptaen  Gianyar, I Made Pastika, Senin (28/3/2016).
 
Saat  dihentikan,  Kadek sempat  membuang bingkisan kecil ke arah Pospol Polisi. Namun upaya itu gagal, karena seorang petugas BNN melihatnya dan langsung mengamankan barang haram  itu. 

“Tersangka dan barang  bukti berupa   satu paket sabu-sabu seberat 0,08 gram kami amankan ke kantor,” terangnya.
 
Disebutkan, pengungkapan pemasok sabu-sabu ini berawal dari penangkapan tiga orang pengguna sabu-sabu, Minggu siang. Masing-masing     PR (35) dari Kelurahan Bitera,  GA (38) asal Blahbatuh dan  DS (27) asal Keluyahan Gianyar. 

“Pada tiga pengguna ini kami amankan alat isap dan meraka semua sudah menjalani test urine dan hasilnya Positif,” tambahnya.
 
Dari keterangan tiga orang bapk-papak muda yang sebelumnya diamankan, polisi mendapat keterangan nama Kadek W. Dari situlah akhirnya dilakukan penyebaran. Menariknya, para korbannya adalah mereka para bapak-bapak yang sedang mengalami masalah keluarga atau sedang puber usia tua.
Dari pengungkapan ini tiga orang pengguna sabu-sabu  diwajibkan menjalankan proses rehabilitasi. Sementara Kadek W dipastian harus mempertangungjawabkan perbuatannya secar hukum. Kadek Dijerat  pasal 112 dan pasal  127, UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara. 

Penulis : Nyoman Nana Devada‎
Editor : Paksi Jalantaka