Ada Filosofi Yang Tersirat Dalam Pakaian Adat Bali

Kamis, 31 Maret 2016 09:51 Wanita

Bagikan

Ada Filosofi Yang Tersirat Dalam Pakaian Adat Bali
Peragaan busana oleh Pecinta Kamen Bali
Kuta, Semetonnews - Bertempat di Grand Istana Rama Hotel, di Jalan Pantai Kuta, Badung, Kamis (31/3/2016) digelar dialog budaya yang mengusung tema "Perspektif Wanita Trend Busana Adat Bali Antara Tradisi dan Globalisasi"

GM Grand Istana Rama Adi Soenarno selaku tuan rumah penyelenggaranaan kegiatan ini mengatakan, jika semua daerah dalam berbusana memiliki filosofi sendiri, namun di Bali landasan itu sangat dalam, pasalnya pakaian adat Bali tidak bisa dilepaskan dari kegiatan agama. 

"Meski orang luar memakai pakaian adat Bali belum tentu sesuai dengan pakemnya, namun jika orang Bali memakainya sudah pasti sesuai dengan pakemnya," ujarnya.

Dari tempat yang sama Prof. Darma Putra, Pengamat Budaya dari Universitas Udayana juga menimpali apa yang disampaikan Adi, Perempuan Bali dalam kehidupan sosial terkait dengan dinamika busana Bali diawali di tahun 1930 dengan dibentuknya "Putri Bali Sadar". 

"Kala itu banyak sekali perempuan Bali yang di "bully" karena kepolosannya. Lantas Organisasi Putri Bali Sadar, lantas mendobrak tirani yang ada," katanya.

Setelah menjelaskan panjang lebar perjalanan wanita Bali dalam menjaga heritage busana dan budaya Bali.

"Saya berikan apresiasi pada perempuan Bali yang telah menjaga heritage busana dan budaya Bali," ujarnya bangga.

Pun dengan A A Ayu Ketut Agung, dari Yayasan Kecantikan Agung mengatakan, sebagai wanita Bali sangat berkepentingan dalam menjaga dan menumbuhkan kreatifitas wanita Bali. Terutama dalam mendukung pariwisata dan membantu ekonomi keluarga. 

"Intinya, wanita Bali mesti tetap mengutamakan pakaian yang pantas dan sopan sesuai dengan pakem adat, budaya, dan agama," tutupnya.

Editor : Rifky