FKPM Berharap Jaksa Lakukan Upaya Hukum Kasasi

Kamis, 31 Maret 2016 18:58 Hukum & Kriminal

Bagikan

FKPM Berharap Jaksa Lakukan Upaya Hukum Kasasi
Pande Mangku Rata(Nyoman Nana Devada/semetonnews)

Gianyar, Semetonnews-Putusan bebas yang dijatuhkan hakim PN Gianyar terhadap Jushua Lee Wilson, warga Amerika Serikat yang ketangkap memiliki 177 butir pil ektasi mendapat kecaman dari berabagai pihak.


Bagaimana tidak, Jushua yang oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dinyatakan terbukti menguasai narkotika golongan I itu oleh majelis hakim PN Gianyar pimpinan Haries S Lubis malah dinyatakan tidak terbukti melakukan tindak pidana penyelahgunaan narkotika, dan dibebaskan.


Pihak yang paling pertama mengecam putusan hakim adalah Ketua Forum Polisi Masyarakat (FKPM) Gianyar, Pande Mangku Rata. Dia mengatakan, putusa hakim itu sama sekali tidak memenuhi rasa keadilan.


"Kami tidak bermaksud mencampuri pelaksanaan hukum formal aparat penegak hukum. Namun, logika hukum di masyarakat menilai aneh jika kepemilikan 177 butir ekstasi di vonis bebas," Pande Mangku Rata, Kamis (31/03/2016).


Mangku Rata  mengaku sangat terkejut saat membaca pemberitaan itu. Dengan demikian, kata dia tuntutan  15 tahun penjara  dari Jaksa Penuntut umum, mentah begitu saja."Apa mungkin 177 ekstasi yang dimiliki Joshua  itu, hanya untuk kebutuhan obat selama beberapa hari di Bali. Artinya dengan jumlah ini, sangat rentan disalahgunakan,"tegasnya.


Tokoh kritis asal Kelurahan Beng Gianyar ini, khawatir putusan bebas ini akan  menimbulkan kesan tebang pilih antara WNA dan WNI. Karena kenyataannya WNI yang kedapatan memiliki dengan jumlah yang sedikit, divonis minimal 4 tahun penjara.


Menyikapi itu, Mangku Rata memastikan seluruh komponen  masyarakat akan  mendukung jika pihak kejaksaan akan "melawan" putusan hakim itu."Atas putusan bebas ini, kami harap kejaksaan terus berjuang dengan upaya hukum kasasi. Dan masyarakat pasti mendukungnya, " harapnya.


Sebagaimana diberitakan, Joshua Lee Wilson (30), warga Texas, Amerika Serikat yang memiliki 177 Ekstasi, justru divonis bebas oleh PN Gianyar,   Selasa (29/03/2016). Ketua Mejelis Haries S Lubis, memutuskan bahwa terdakwa Joshua Lee Wilson tidak terbukti menyalahgunakan narkoba jenis amphetamine itu.


Pertimbangannya, ekstasi itu adalah obat untuk mengobati penyakit yang diderita oleh terdakwa. Selaian itu dalam fakta persidangan terungkap pula bahwa, terdakwa memiliki surat keterangan dokter dari negara asalnya.

Penulis:  Nyoman Nana Devada

Editor  : Maria Gracia