Hasil ‎Laboratorium Forensik Kuat Dugaan Pasar Badung Sengaja Dibakar

Selasa, 05 April 2016 16:14 Hukum & Kriminal

Bagikan

Hasil ‎Laboratorium Forensik Kuat Dugaan Pasar Badung Sengaja Dibakar
dok/Semetonnews
Denpasar, Semetonnews – Sejak peristiwa kebakaran Pasar Badung terjadi, Team Labforensik terus melakukan penyidikan. Hasilnya tidak ditemukan adanya unsur penyebab kebakaran. Kuat dugaan kebakaran di pasar tradisional terbesar di Bali ini karena di sengaja.‎

Kepala Laboratorium Forensik Cabang Denpasar, Kombes Pol Koesnadi mengatakan secara kelistrikan tidak ada masalah. Artinya listrik di pasar Badung aman tidak ada kerusakan. Selain itu juga tidak ditemukan alat mekanik yang menghasilkan panas, dan tidak ada barang kimia.

"Selama dua hari kami terjun ke pasar Badung, disana kami tidak menemukan ada barang-barang berbahaya. Hasil abunya juga negatif artinya memang tidak ada benda-benda disana yang menyebabkan api itu muncul,"katanya di Denpasar, Selasa (5/4/2016).

Dia menjelaskan, bahwa titik api berawal dari lantai 1. Itu dibuktikan dengan  barang-barang yang ada di lantai 1 seluruhnya hangus terbakar. Bahkan tangga dan besi-besi yang berada di lantai dasar tingkat kebakaranya sangat tinggi.

“Kebakaran pasar itu memang berawal dari lantai 1, terlihat dari bangunannya terjadi pengelupasan. Jadi disana ada 4 lantai, dan semuanya habis terbakar tidak ada yang tersisa,”ungkapnya.

Saat ditanya bila tidak ada yang menimbulkan kebakaran apakah pasar Badung sengaja dibakar. “Itu ranahnya sudah masuk dalam penyelidikan dan ditangani oleh penyidik,”paparnya.

Ditimpali Kombes Pol. Hery Wiyanto selaku KABID Humas Polda Bali, bahwa untuk masalah pasar itu apakah sengaja dibakar atau tidak saat ini masih pengembangan yang dilakukan oleh pihak Polresta Denpasar.‎

"Yang pasti belum ada kesimpulan mengarah kesana. Apakah benar sengaja dibakar atau tidak, bisa jadi ada human eror. Dia buang putung rokok atau bagaimana,"pungkasnya. 

Seperti diketahui bahwa pasar Badung terbakar pada 29 Februari 2016, sekitar pukul 18.10 Wita. Akibat kebakaran tersebut para pedagang hingga saat ini belum bisa berjualan secara normal.

Reporter : Paksi Jalantaka