Sinergitas Pemangku Kepentingan, Dalam  Pengendalian Inflasi di Provinsi Bali

Selasa, 05 April 2016 16:40 Ekonomi Bisnis

Bagikan

Sinergitas Pemangku Kepentingan, Dalam  Pengendalian Inflasi di Provinsi Bali
Penandatanganan Roadmap TPID oleh Wagub Bali I Ketut Sudikerta
Denpasar, Semetonnews - Melalui arahan dan rekomendasi dalam Rakornas ke VI Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Jakarta pada 27 Mei 2015 merupakan rujukan utama dalam upaya mengendalikan inflasi di Provinsi Bali  tahun 2016, termasuk dalam penyusunan Roadmap yang telah diselesaikan oleh masing TPID Provinsi/Kabupaten dan Kota 2016-2018. Sebagai fokus pengendalian, kinerja stabilitas harga Provinsi Bali tahun 2015 telah menunjukkan perkembangan positif namun demikian, di tahun 2016 TPID Provinsi Bali masih menghadapi tantangan yang tidak semakin ringan, hal tersebut disampaikan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Provinsi Bali, Dewi Setyowati, disela acara pengendalian inflasi daerah se Provinsi Bali, Selasa, (5/4/2016) di Denpasar.

"Adapun faktor utama penyebab tingginya inflasi di Bali bersumber dari kelompok harga bahan makanan (volatile food) dibanding dengan administered prices dan inflasi inti. Kondisi ini tidak terlepas dari keterbatasan daya dukung Bali dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat," sebutnya.

Dilanjutkan, sebagai upaya bersama seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pengendalian inflasi di Provinsi Bali, Bank Indonesia bersama dengan TPID Provinsi/Kabupaten/Kota se-Bali, telah menyusun roadmap pengendalian  inflasi daerah 2015, 2016 hingga 2018 dan  telah dilaksanakan penandatanganan Roadmap pengendalian Inflasi se-Provinsi Bali. 

"Acara ini diikuti oleh Ketua TPID Kota dan Kabupaten di Provinsi Bali, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Prov Bali, Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Administrasi Umum Kota dan Kabupaten di Provinsi Bali, dan dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Provinsi Bali, Ketut Sudikerta yang juga sebagai Ketua TPID Provinsi Bali," jelas Dewi.

Dalam kesempatan yang sama,  Wakil Gubernur Provinsi Bali yang juga sebagai Ketua TPID Provinsi Bali, Ketut Sudikerta menyampaikan, dengan adanya penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bisa berpengaruh terhadap harga bahan komoditi masyarakat sehinga tidak akan terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok di tengah-tengah masyarakat.

"Maka dari itu sangat penting kita tindak lanjuti dengan menyusun Roadmap kerja dari TPID provinsi Bali. Hingga kita bisa menekan inflasi khususnya di Provinsi Bali," ujarnya.

Ditambahkan, sebagaimana telah dilaporkan bawasanya inflasi Bali sudah mampu ditekan dalam 19 tahun terakhir menjadi sebesar 2,75%. Sunguh kondisi tersebut menurut Sudikerta, sangat bagus karena angka tersebut rata-rata dibawah nasional.



Editor : Rifky