Harga Komoditas Relatif Normal Meski BBM Turun

Rabu, 06 April 2016 21:02 Ekonomi Bisnis

Bagikan

Harga Komoditas Relatif Normal Meski BBM Turun
Kebutuhan pokok
Denpasar, Semetonnews -  Turunnya harga BBM jenis premium dan solar per tanggal 1 April 2016 oleh pemerintah rupanya hingga saat ini belum menimbulkan efek yang berarti.

"Hingga saat ini berdasarkan pantauan kami, harga harga masih stabil tidak ada lonjakan," ujar Ni Wayan Kusumawati, Kadis Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali saat dihubungi Semetonnews di Denpasar, Rabu (6/4/2016).


Menurutnya, ia bersama timnya terus melakukan pemantauan harga harga yang ada di pasaran.

"Langkah-langkah yang diambil dalam mengantisipasi gejolak harga bahkan sebelum BBM diturunkan pemerintah, telah kami lakukan seperti pasar murah dibeberapa titik yang telah ditentukan," jelasnya.

Lantas ia mencontohkan, apabila terjadi kenaikan harga diatas 10 persen berturut turut selama dua atau tiga minggu, misalnya harga beras, maka pihaknya langsung melakukan operasi pasar.

"Kenaikan harga barang komoditas yang secara berturut turut, tentu jadi perhatian kita dan langkah yang kami ambil langsung operasi pasar," tukasnya.

Langkah strategis dalam meredam gejolak harga kebutuhan pokok, biasanya dengan menggandeng instansi terkait.

"Melalui tim kita pantau harga kebutuhan, disamping juga pengawasan barang beredar," jelasnya.

Ia juga menyebutkan dalam lingkup kerjanya pihaknya memiliki pengawasan barang beredar yang kaitannya dengan perlindungan konsumen.

"Tugas dari bagian pengawasan barang beredar adalah mengawasi barang beredar sesuai dengan standart SNI," tandasnya.

Kembali ia menegaskan, salah satu faktor turunnya harga komoditas adalah turunnya harga BBM.

"Salah satu faktor pembentukan harga pasar yaitu turunnya harga BBM, kita harap secara perlahan harga harga akan turun sebagai imbas dari turunnya BBM," pungkasnya.

Terakhir ia meminta masyarakat untuk pemantauan harga komoditas bisa dilihat langsung di website SIGAPURA yang dimiliki TPID Provinsi Bali. 



Editor   : Rifky