LC Tewas Diduga Over Dosis Narkoba, BNN dan Polisi Langsung Sidak Karaoke‎ ‎

Kamis, 07 April 2016 22:23 Hukum & Kriminal

Bagikan

LC Tewas Diduga Over Dosis Narkoba, BNN dan Polisi Langsung Sidak Karaoke‎  ‎
Sejumlah tempat karaoke disidak.ist/Semetonnews
Denpasar, Semetonnews – Diduga lantaran overdosis kelebihan telan pil ekstasi, seorang Ladies Company (LC) di sebuah tempat hiburan malam di kawasan ‎Denpasar dilarikan ke rumah sakit Kasih Ibu di Teuku umar Denpasar . 

Dampaknya pihak BNN dan Polresta Denpasar Langsung melakukan sidak di karaoke yang menyediakan sarana pijat plus plus. kabarnya LC berinisial YPH (20) tewas diduga over dosis.

LC ini tewas setalah mengkomsumsi narkoba jenis ekstasi di sebuah tempat hiburan malam di Jalan Gunung Soputan Denpasar, Rabu (6/4) lalu. Wanita asal Bandung, Jawa Barat (Jabar) ini sempat dilarikan ke Rumah Sakit. (RS) Kasih Ibu di Jalan Teuku Umar Denpasar namun nyawanya tidak dapat tertolong.

Informasi yang berhasil dihimpun pada pukul 15.00 Wita seorang pria berinisial I Wayan KR menghubungi temannya berinisial W. diajak bertandang tempat hiburan malam di Jalan Gunung Soputan. W sendiri adalah teman korban. Lantaran teman dekat dengan W, korban yang mengetahui ajakan dugem itu kemudian meminta untuk ikut. Bahkan, mereka mengajak satu orang teman lagi. 

"Mereka kemudian bertemu dengan I Wayan KR di tempat hiduran itu, di room VIP nomor dua," ungkap seorang sumber terpercaya. 

Kabarnya, selain memesan minuman, di dalam room itu mereka juga membeli satu butir ekstasi warna biru seharga Rp500 ribu. Bahkan, mereka juga memesan ekstasi jenis cair yang kemudian dicampur dengan sprite. 

Setelah mengkonsumsi barang haram tersebut, korban kemudian meminta keluar dari room lantaran merasa sesak nafas dan sakit pada bagian dada. Mengetahui kondisi korban tersebut, I Wayan KR kemudian melarikan korban ke RS Kasih Ibu. 

"Tiba di Rumah Sakit, korban masih normal. Tetapi setelah itu kondisinya langsung menurun drastis. Perawat memberikan pertolongan dengan memasang infus namunya nyawanya tidak tertolong. Namun korban tak tertolong," ungkap sumber ini.
Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah warga Jalan Pulau Panjang Gang I Denpasar ini disemayamkan di kamar jenazah RS Sanglah. 

Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Reinhard Nainggolan, membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun dia belum dapat memastikan penyebab kematian korban akibat over dosis narkoba. Perwira dengan pangkat satu melati di pundaknya ini beralasan sedang dalam proses penyelidikan dan masih menunggu hasil otopsi terhadap jenazah korban. 

"Sementara kita masih lidik kasus ini. Kita juga masih melaksanakan otopsi terhadap jenazah korban. Kita lidik dulu dan menunggu hasil otopsinya, apakah benar korban meninggal dunia karena narkoba atau bukan," ujarnya. ‎

Reporter : Paksi Jalantaka