Diesel Bisa Gugat Proses PAW, ini Penjelasannya

Jumat, 08 April 2016 11:26 Politik

Bagikan

Diesel Bisa Gugat Proses PAW, ini Penjelasannya
ist/Semetonnews
Denpasar, Semetonnews- Ketua KPU Bali Dewa Wiarsa Raka Sandi mengatakan sampai Jumat (8/4/2016) pihaknya belum menerima surat dari DPRD bali berkaitan dengan proses pergantian antar waktu (PAW) I wayan Diesel. 

Sebagaimana diketahui Diesel telah dipecat dari keanggotaan PDIP Perjuangan karena dinilai membelot saat Pilkada Badung, 9 Desember 2015 lalu. selain dipecat, Diesel juga dilengserkan dari posisinya sebagai anggota DPRD Bali dari fraksi PDIP.

"Sampai hari ini belum ada surat masuk," kata Raka Sandi. 

Menurut Raka Sandi PAW sesuai ketentuan diseakan beberapa hal mengundurkan diri meninggal diberhentikan. Atas alasan itu pimpinan parpol sesuai tingkatan DPRD  bersurat ke DPRD. 

Dalam kasus Diesel PDIP bersurat ke ketua DPRD Bali. Selanjutnya DPRD Bali menyurtati KPU Baliuntuk mngetahui siapa yang berhak menggantikan. Dalam hal ini menurut Raka Sandi calon pengganti sesuai ketentuan adalah peraih suara terbanyak setelah anggota dewan yang di-PAW.

Suara terbanyak mengacu pada hasil pemilu legislatif sebelumnya. Nama tersebut akan diputuskan KPU melalui rapat pleno. Prosesnya tidak berhenti sampai di sana, KPU kemudian meneruskan hasil pleno ke DPRD Bali. 

"DPRD kemudian meneruskan surat dari KPU kepada tim verifikasi PAW pemerintah provinsi Bali," kata Raka Sandi.

Dari tim verifikasi ini hasilnya akan disampaikan kepada menteri dalam negeri (Mendagri) melalui gubernur. Proses finalnya ada pada mendagri untuk menerbitkan SK resmi tentang PAW. 

Diesel menurut Raka Sandi bisa saja melayangkan gugatan sengketa taa usaha negara. Namun ojek gugatan adalah SK menteri dalam negeri. Bukan hasil pleno KPU. Nah, proses PAW dapat dilakukan atau sah secara hukum jika sudah ada keputusan hukum inkrah.

"Bisa jadi panjang kalau ada sengketa hukum, PAW sudah dapat dilakukan jika ada proses hukumnya sudah inkrah," kata Raka Sandi.

Penulis   : Robinson Gamar‎