Kebakaran di Puri Satria Denpasar ‎Kerugian Mencapai Rp 1 Miliar

Senin, 11 April 2016 23:00 Peristiwa

Bagikan

Kebakaran di Puri Satria Denpasar ‎Kerugian Mencapai Rp 1 Miliar
kebakaran di puri satria.dok/Semetonnews
Denpasar, Semetonnews – Kebakaran sebuah kamar kontrakan di Puri Satri justru mengakibatkan Puri milik keluarga kerjaan Denpasar ludes terbakar. Akibat peristiwa ini, diperkirakan kerugian mencapai Rp 1 miliar lebih.‎

Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Reinhard Nainggoilan mengatakan, korban mengalkulasikan mengalami kerugian sebanyak Rp1 Miliar. Saat ini yang terbakarada 2 unit bangunan rumah yang terdiri dari 8 kamar.

Anak Agung Ngurah Erdy Erjaya (53) pemilik Puri santrian (Puri Agung Denpasar)  ini terbakar mulai 16.00 Wita. Dia mengatakan, kronologis kejadian itu bermula dari saksi atas nama  Yuliana berada di TKP sedang tidur bersama dengan 2 orang anak pengontrak rumah, dan ketika terbangun saksi melihat ada api dari atas atap rumah, selanjutnya saksi keluar minta tolong.
Sekira  pukul 16.30 saksi Anak Agung Wira Satria, dan Anak Agung Ngurah Barry melihat ada asap keluar dari rumah kontrakan pojok selatan, dan saksi melihat ibu- ibu, dan anak- anak keluar dari TKP minta tolong.

Saksi beserta warga sekitar berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun karena api terlalu besar, api tidak dapat dipadamkan, dan kemudian menghubungi unit PMK BPBD Kota Denpasar.

Imbuhnya,  lokasi kebakaran yaitu diatas tanah seluas ±7 are, yang terdiri dari 2 unit bangunan rumah 1 unit rumah terdiri dari 3 kamar kontrakan; dan 1 unit rumah terdiri dari 4 kamar yang ditempati korban.

 “Api berasal dari kamar kontrakan sebelah pojok barat daya. Saat ini tidak ada korban jiwa namun korban mengaku mengalami kerugian hingga Rp 1 miliar. Untuk penyebab kebakarannya hingga saat ini kami masih menyelidiknya,”pungkasnya.

Situasi dilokasi saat ini sudah aman, petugas pemadam kebakaran sudah kembali kesarangnya masing­-masing. Seperti diketahui bahwa puri tersebut merupakan keturunan raja-raja di Bali.‎

Reporter : Paksi Jalantaka ‎