Diesel Gugat Proses PAW ke PN Denpasar

Selasa, 12 April 2016 12:00 Politik

Bagikan

Diesel Gugat Proses PAW ke PN Denpasar
Diesel Astawa saat menyerahkan bukti gugatan kepada kesekretariatan DPRD Bali
Denpasar, Semetonnews- Langkah PDIP memecat sekaligus mengusulkan pergantian antar waktu (PAW) I Wayan Diesel Astawa ditanggapi politisi asal ungasan tersebut dengan melayangkan gugatan. Melalui pengacaranya Diesel telah mendaftarkan gugatan dengan nomor perkara 248/PDT.G/2016/PN.DPS ke pengadilan negeri Denpasar pada Senin (11/4/2016) kemarin. Atas dasar ini Diesel meminta kesekretariatan DPRD Bali tidak memproses PAW dirinya sebelum terbit keputusan hukum yang inkrah.

"Saya menilai ada tindakan melawan hukum, karena itu sekwan hentikan dulu proses PAW sampai ada keputusan hukum yang sudah inkrah," kata Diesel Selasa (12/4/2016) di ruang sekwan DPRD Bali. 

Pada kesempatan ini Diesel didampingi pengacaranya secara resmi menyerahkan bukti telah mendaftarkan gugatan ke PN Denpasar. Berkas ini diterima oleh Kabag Persidangan DPRD Bali Yuda Wijaya. Adapun pihak-pihak yang tergugat adalah tergugat I DPP PDI perjuangan, tergugat II DPD PDIP Perjuangan Bali dan tergugat III DPC PDI Perjuangan Badung.

Menurut Diesel langkah usulan pemecatan dirinya tidak sesuai dengan ketentuan. Partai menurut Diesel mengusung caleg yang kemudian dalam proses selanjutnua dipilih rakyat. Karena itu rakyatkah yang berwenang mencabut mandat tersebut.

"Harusnya rakyat 32 ribu orang yang mencabut mandat bukan oknum orang per orangan. Ini kejahatan namanya," kata Diesel. Dari 32 ribu,6 ribu adalah pemilih dari Ungasan. Pemilih ini menurutnya jelas menitipkan aspirasinya melalui I Wayan Diesel Astawa. Jadi Bagaimana mungkin kemudian digantikan orang lain dari Mengwi.

Disinggung mengenai tudingan berkhianat saat Pilkada langsung diluruskan Diesel. Sesuai pakta integritas jika kalah di TPS, Desa dan kecamatan maka akan dikenakan sanski. Faktanya calon yang diusung PDIP di Pilkada Badung menang telak di TPS, Desa dan kecamatan Diesel tinggal.

"Di Kerobokan ada yang kalah tepatnya di tps Wayan Sandra. Begitu juga di desanya Nyoman Satria di Mengwi, kok tidak dipecat,"kata Diesel. Karena itu Diesel menilai proses pemecatan dan PAW dirinya hanya berdasarkan pertimbangan suka dan tidak suka.

Gugatan ini menurutnya sebagai bagian dari membersihakn PDI Perjuangan Bali dari oknum-oknum pragmatis. Jadi tidak dimaksudkan untuk mencoreng nama PDIP Perjuangan. "Saya melihat ini sebagai tindakan oknum yang tidak suka dengan saya, kalau soal kecintaan saya sangat cinta PDI Perjuangan," pungkas Diesel.

Penulis   : Robinson Gamar