Sensus Ekonomi 2016 Rancang Pembangunan Berkelanjutan

Kamis, 03 Maret 2016 09:30 Ekonomi Bisnis

Bagikan

Sensus Ekonomi 2016 Rancang Pembangunan Berkelanjutan
Grafis SE yang dilakukan 10 tahun sekali. (Semetonnews).
Denpasar,Semetonnews - Terkait dengan akan  dilangsungkannya Sensus Ekonomi (SE) 2016, Adi Nugroho, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali telah melaporkan pada Gubernur Bali. 

"Kami telah laporkan pada Gubernur terkait berbagai kendala yang pasti akan kami hadapi," ujar Adi di sela Acara Penjelasan Sensus Ekonomi (SE) 2016 di Denpasar, Rabu (2/3/2016).

Menurutnya apa yang disampaikan sebenarnya berdasarkan pengalaman melaksanakan SE sebelumnya. 

"Kita laporkan kecenderungan pelaku usaha yang sepertinya enggan menerima dan memberikan jawaban terkait dengan aktivitas usahanya," ujar Adi.

Setelah mendapat laporan darinya Gubernur dan Wakil Gubernur berniat memberikan dukungan langkah apa nantinya yang akan diambil. 

"Gubernur ataupun Wagub nantinya akan menghimbau pelaku usaha terutama yang ada di Bali agar bisa memberikan data apa adanya atau yang otentik," katanya. 

Menurutnya data yang didapat itu kelak akan jadi database dan rujukan pemerintah dalam merancang tujuan pembangunan kedepannya. 

"Data itu akan jadi rujukan pemerintah dalam merancang dan mengupayakan capaian serta pertumbuhan ekonomi lebih lanjut," tukasnya. 

Ia juga menjelaskan, jika Gubernur dan Wakil Gubernur menyadari betapa pentingnya data ekonomi ini. 

"Data SE ini nantinya akan digunakan sebagai landasan perhitungan indikator ekonomi dalam sepuluh tahun ke depan," jelasnya.

Lantas ia juga mengatakan, musibah kebakaran di Pasar Badung yang merupakan sentra pergerakan pasar dan ekonomi akan mempengaruhi pelaksanaan sensus itu sendiri. 

"Musibah kebakaran di Pasar Badung tentu saja akan mempengaruhi pelaksanaan SE sendiri," tuturnya.

Kenapa demikian, pasalnya para pelaku usaha yang biasanya beraktivitas dan terpusat di pasar terbesar di Bali, mau tidak mau mesti ditelusuri lagi. 

"Jelas kami mesti menelusuri lagi keberadaan para pedagang itu satu persatu, ini yang akan sedikit menghambat kegiatan SE 2016," imbuhnya lagi.

Namun ia berpendapat, pihaknya akan tetap mencari dan mendata meski mereka tersebar di beberapa tempat nantinya. 

Senada dengan apa yang disampaikan Kepala BPS Provinsi Bali, Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta yang Hadir dalam Penjelasan SE 2016 mengatakan, pihaknya menghimbau pada para pengusaha ataupun yang jadi responden SE 2016 agar memberikan data yang valid. 

"Saya himbau agar para pengusaha dan responden berikanlah data yang valid, karena data ini akan diolah BPS hingga mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi kita kedepannya baik mikro ataupun makronya," kata Wagub. 

Pun demikian Wagub menjamin dengan diberikannya data yang akurat, pemerintah tidak akan ada efek dari data yang diberikan. 

"Kendala biasanya, keraguan para pengusaha ataupun responden dalam memberikan data yang akurat, karena mereka kwatir akan ada efek dari data yang diberikan, namun saya jamin itu tidak akan terjadi," tegas Wagub menutup.


Editor  : Rifky