Akhirnya Roby Geisha Dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Denpasar 

Selasa, 12 April 2016 19:15 Hukum & Kriminal

Bagikan

Akhirnya Roby Geisha Dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Denpasar 
google/Semetonnews
Denpasar, Semetonnews  - Roby Satria Selasa (12/4) resmi menjadi tahanan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kota Denpasar (Lapas Kerobokan). Itu setelah gitaris dari Gurp Band Ini dilimpahkan ke Kajaksaan Negeri Denpasar .

Hampir 5 bulan gitaris band Geisha menjalani rehabilitasi di salah satu yayasan di Bali, namun mulai hari ini masuk bui. 

Butje Karelbernard kuasa hukum Roby Geisha mengatakan, surat penahananya sudah keluar hari ini dari kejaksaan negeri Denpasar. Pihaknya menegaskan, agendanya hari ini pelimpahan dari polisi ke Kejari.

"Ya mulai hari ini klien kami Roby dititipkan ke Lapas Kerobokan. Surat penahanya sudah keluar hari ini,"ujarnya.

Pihaknya mengaku, kondisi Roby saat ini sehat, dan dia siap menjalani persidangan yang akan datang.

Imbuhnya, dari kuasa hukum sudah memohon kepada kejaksaan supaya diberi penanguhan penahanan, namun itu tidak bisa dikabulakan karena suratnya sudah keluar.

"Sebenarnya kami sudah minta penangguhan penahanan. Tapi pihak kejaksaan tidak bisa melalukan hal tersebut,"katanya.

‎Sementara itu, Roby dihadapan wartawan begitu terbuka menyampaikan bahwa dirinya sangat tersiksa atas ketergantungannya dengan narkoba. Dirinya berharap bisa pulih dari adiksi.  

"Saya mau balik lagi dalam kerjaan, tapi sekarang masih terperangkap sama zat adiksi ini sama saja juga bohong," Aku Roby.‎

Ia juga berharap agar apa yang terjadi saat ini adalah yang terakhir. ‎“Sekarang ini yang penting saya bisa sembuh,”jelasnya yang didampingi istrinya Cinta Ratu Nasya.

Seperti diketahui bahwa Roby kedapatan telah menerima ganja seberat 1,5 gram dari seorang tukang ojek yang disuruh oleh kenalan artis itu untuk mengantarkan barang haram tersebut.

Roby ditangkap oleh Polsek Kuta Utara pada 20 November 2015 di Hotel Aston, Denpasar.‎ Roby terkena kasus narkoba ini bukan pertama kalinya, sebelumnya laki-laki Pekan Baru ini juga pernah tersandung dengan kasus yang sama pada tahun 2014 lalu.  


Reporter : Paksi Jalantaka