Gadis Cilik di Denpasar yang hilang di got, Ditemukan Sudah Tidak Bernyawa‎

Kamis, 14 April 2016 11:20 Peristiwa

Bagikan

Gadis Cilik di Denpasar yang hilang di got, Ditemukan Sudah Tidak Bernyawa‎
ilustrasi google/Semetonnews
Denpasar, Semetonnews ‎- Keluarga Cinta Syahrani Agung Prameswari bocah 2 tahun hanya bisa meratapi kesedihan. Itu setelah bocah malang yang kemarin hilang terbawa Arus deras got belakang kos tempat tinggalnya di jalan Cokroaminoto Gang Nuri Denpasar, ditemukan sudah tidak bernyawa, Kamis ( 14/4).

Korban ditemukan kali pertama oleh Hasbi (40) yang tinggal di Jalan Kusuma Bangsa 5 Denpasar, pukul 08.00 wita, di Jalan Kusuma Bangsa 7 paling ujung buntu tanah kosong 200 meter tak jauh dari TKP rumah korban. Saat ditemukan tewas, kondisi korban tidak ditemukan luka apapun

Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat, AKP Lutfi Olot Gigantara mengungkapkan, kronologis ditemukannya korban secara inisiatif oleh warga masyarakat di sekitar lokasi kejadian dimana mereka membantu melakukan pencarian hingga pukul 01.00 wita malam.

"Masyarakat menduga mayat terhempas di sekitar TKP yang mana air meluap di tempat tersebut dan melakukan pencarian sampai pukul 01.00 wita malam," ungkap AKP Lutfi di Denpasar, Kamis (14/4).

Katanya saat ini korban sudah dievakuasi dan jenazahnya sudah disholatkan di Mushala aula Kusuma Bangsa. "Saat ditemukan kondisi korban tidak ada luka dan keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi," pungkasnya.

Hilangnya Cinta, seperti diberitakan kemarin bahwa saat itu bocah ini sedang main cucuran air hujan yang jatuh di got. Bahkan sebelumnya dikatakan korban sempat mandi air hujan bersama kakaknya dan disaksikan oleh ibunya Surani Salu Ratu Langi Dewi (39) asal Lumajang. 

Saat itu, sang ibu meninggalkan kedua anaknya yang sedang main air hujan lantaran harus menerima panggilan telepon di kamar.‎ Setibanya, dia tidak lagi melihat putri manisnya dan hanya terlahat anak pertamanya. Diduga saat itu putrinya terjatuh ke got dan tidak diketahui oleh kakaknya yang berumur delapan tahun.

Reporter : Rafael 

Editor     : Paksi Jalantaka ‎