Hariadi, Ayah Bocah 2 Tahun yang Tewas Hanyut di Drainase Itu Mengaku Ikhlas

Kamis, 14 April 2016 21:51 Peristiwa

Bagikan

Hariadi, Ayah Bocah 2 Tahun yang Tewas Hanyut di Drainase Itu Mengaku Ikhlas
Suasana di rumah korban sesudah jenasah diberangkatkan dengan mengunakan Ambulanev, (Rafael/Semetonnews)
Denpasar, Semetonnews-Hariadi, ayah kandung dari  Cinta Syahrani Agung Prameswari, bocah prempuan yang tewas terseret aliran air got drainase di jalan Cokroaminoto Gang. Nuri Nomor 10 Denpasar, Rabu (13/4/2016) nampak tegar menghadapi cobaan yang sangat berat itu.

Meski terlihat tegar, tapi raut kesedihan tak mampu disembunyikan dari wajahnya. Ini terlihat saat Hariadi  menyambut kerabatnya yang hadir untuk mengucapkan belasungkawa, atas kepergian bocah yang baru berusia dua tahun itu di Aula Musolah, Jalan Kusuma Bangsa 4.

Kepada semetonnews.com, Kamis (14/4/2016), Hariadi mengaku tidak menyangka anak ketiga dari pernikahannya dengan Surani Salu Ratulangi Dewi tersebut, pergi untuk selama-lamanya usia yang belia. Apalagi, ia juga tidak memiliki firasat sama sekali sebelum putri kesayanganya hanyut di selokan dekat kosnya. "Sama sekali saya tidak memiliki firasat apa-apa, " keluhnya.

Pria yang sehari berjualan batu akik di pasar kreneng itu pun sudah mengikhlaskan kepergian putrinya. "Saya sudah kuat dan tegar menerima hal ini, saya juga sudah ikhlas dengan kepergian putri saya," ujarnya Lain halnya dengan istrinya, Surani Salu Ratulangi Dewi (39) yang tampak terpukul akan kejadian itu. Wajahnya memerah, untuk jalan pun wanita itu harus digandeng oleh keluarganya.

Semasa hidupnya, Cinta Zahrani Agung Prameswari dikenal sebagai anak yang lincah dan periang. "Anaknya itu lincah, periang dan aktif. Selalu memiliki keingintahuan yang tinggi, namanya juga anak kecil," kenang Hariadi."Mungkin tuhan hanya memberikan waktu 2 tahun untuk saya menemaninya,"tutupnya.

Diketahui, kini jenazah Zahra sudah dipulangkan ke kampung orang tuanya di Klakah, Lumajang, Jawa Timur. Informasi yang himpun dilapangan, Balita ini ditemukan oleh warga di Jalan Kusuma Bangsa 7, Kami (14/4/2016) sekitar pukul 08.00 wita.

Setelah dievakuasi, jenasah langsung dibawah ke rumah korban. Setelah itu jenzah bocah malang itu disemayamkan di Aula Musolah Kusuma Bangsa 4 Nomor 1 Denpasar, sebelum dipulangkan ke kampung halaman orangtuanya untuk dimakamkan. 

Penulis : Rafael
Editor  : Maria Gracia