Artis ‎Tamara Blenszynski Lapor Polisi, Ngaku Dianiaya dan Diancam Pria di Kuta

Jumat, 15 April 2016 14:43 Hukum & Kriminal

Bagikan

Artis ‎Tamara Blenszynski Lapor Polisi, Ngaku Dianiaya dan Diancam Pria di Kuta
Tamara menulis lewat akun pribadinya
Kuta, Semetonnews – Lewat akun instagramnya, artis ‎kawakan Tamara Blenszynski, menuliskan dirinya dianiaya oleh seseorang saat dirinya berada di sebuah bar di Tebu Beneng Kuta. 

Bahkan dalam fotonya yang diugah di istragram terlihat artis blasteran Jerman ini sedang melapor di hadapan petugas Polisi. Belakangan diketahui lokasi tempat dirinya melapor di Polsek Kuta Utara.‎

Laporan itu dibenarkan Kapolsek Kuta Utara, Kompol I Wayan Arta Ariawan, di Polsek Kuta Utara, Badung,  di Bali, Jumat (15/4/2016). 

" Setelah peristiwa yang menimpa korban pihaknya langsung ke Polsek Kuta Utara untuk melaporkan peristiwa tersebut. Korban ke Polsek sekitar pukul 20.00 Wita,"jelasnya. ‎

Dalam laporannya rambutnya dijambak oleh pria yang dikenalnya bernama  I Wayan  Putra Wijaya alias Sobrat (40) diwilayah di jalan Raya Semat, Tibubeneng, Kuta Utara, Badung pada Kamis 14 April 2016, sekira pukul 20.00 Wita.

Katanya, saat itu dirinya sedang menikmati suasana malam di Echo bar ‎dekat pantai. Entah ada hubungan apa antara dirinya dengan pelaku. Tamara mengaku bersama anaknya diancam dan merasa mendapat penganiayaan.

‎Dia menjelaskan, awalnya korban dan temannya bernama Adrian T King melintasi jalan tersebut, kemudian tiba-tiba rambutnya Tamara dijambak oleh terlapor. 

"Posisinya saat itu Tamara juga memakai helm tapi rambutnya dia masih kelihatan. Sehingga pelaku dengan leluasa menjambak korban,"terang Kapolsek.

Sebelum rambutnya dijambak korban dipepet oleh pelaku. Saat dijambak Tamara sempat oleng namun tidak terjatuh dari motor.

Akibat peristiwa yang dialaminya, lewat akun instgram miliknya, menyampaikan kekesalan terhadap apa yang diterima malam itu. Bahkan dirinya menuliskan agar warga waspada jika berkunjung ke bar tersebut. Tidak hanya itu, Tamara dalam akunnya berharap agar Bali tetap aman.‎
Reporter : Rafael 
Editor : Paksi Jalantaka ‎