Belum Akhir Tahun 2016, Pengidap HIV/AIDS di Bali mencapai 13.774 jiwa

Minggu, 17 April 2016 10:45 Kesehatan

Bagikan

Belum Akhir Tahun 2016, Pengidap HIV/AIDS di Bali mencapai 13.774 jiwa
ilustrasi. google / Semetonnews
Denpasar, Semetonnews - Hanya berjalan empat bulan, di tahun 2016 ini jumlah Pengidap HIV /AIDS di Bali terdata 13.774 jiw. Jumlah ini sangat meningkat drastis jika dibandingkan pada tahun 2014 yang hanya ada 8.000 jiwa positif terjangkit virus yang menakutkan itu.

Hal tersebut diungkapkan oleh wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta, di Forum Podium Bali Bebas Bicara, di Lapangan Renon, Denpasar, Minggu (17/4/2016).

“Sejak saya masuk tiga tahun lalu, yang awalnya mengidap HIV/AIDS itu hanya 8.000 jiwa sekarang sudah mencapai 13.774 orang,”jelasnya.

Dari jumlah tersebut tidak hanya orang Bali, tapi ada warga luar daerah yang tinggal disini dan berobat di Pulau Dewata.

“Itu campuran tidak hanya warga kita saja, tapi semua masyarakat yang tinggal di Bali. Pasalnya setiap orang yang mengidap HIV/AIDS tidak akan berobat didaerahnya sendiri,”ungkapnya.  

Dia menjelaskan, meningkatnya penderita penyakit mematikan itu karena tidak kehati-hatian masyarakat terhadap tubuhnya. Penyakit HIV/AIDS ini bisa ditularkan melalui hubungan seks bebas, narkoba karena sering bergantian memakai jarum suntik.

Pihaknya menyatakan, masyarakat harus memeriksakan diri adanya terkait penyakit ini,  dan melakukan konseling.
“Kalau mereka melakukan konseling dan periksa nanti akan ketahuan penyakit. Sehingga bisa ditangani lebih cepat, jangan sampai terlambat,”ujarnya.

Imbuhnya, masyarakat yang menderita HIV/AIDS ini bisa mendapatkan pengobatan di rumah sakit, pukesmas dan LSM-LSM yang ada di Bali secara gratis.

Dari pemerintah provinsi Bali sendiri, menyiapkan dana sebesar Rp6 miliar untuk menanggulangi penyakit HIV/AIDS ini.

Ketua Harian Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Bali ini juga menegaskan, bagi yang mengidap HIV/AIDS jangan menyebar luaskan kepada yang lain.

“Kita sudah lakukan pembinaan, selain itu juga menyiapkan dana dan memberikan pengobatan,”pungkasnya.

Reporter : Rafael
Editor : Paksi Jalantaka