Langkanya Jero Margi dalam Membuat Keris Pusaka

Minggu, 17 April 2016 11:51 Budaya & Pendidikan

Bagikan

Langkanya Jero Margi dalam Membuat Keris Pusaka
Jero Margi usai mengupacarai keris buatannya.Ayu/Semetonnews
Tabanan, Semetonnews – Pembuat perkakas bagi Pande besi di Bali banyak kita dapat jumpai. Namun untuk mengambil pembuatan khusus keris, tidaklah semua bagai Jero Pande melakoni. 

Namun seorang Pande asal Banjar Pande Batu Sangian, Desa Gubug, Tabanan ini masih tetap memegang tradisi turun tumurun mengerjakan perkakas berupa keris. Tidak hanya ratusan, bahkan sudah mencapai ribuan keris telah digarap oleh Jero Ketut Margi (42).

Katanya, keris yang digarapnya ada berbagai jenis. Dari hanya untuk sekedar pegangan hingga untuk dijadikan sebagai sungsungan keluarga maupun pengempon di pura.

“Pejenengan atau keris yang disakralkan pada umumnya berukuran panjang mulai dari 22 hingga 25 sentimeter, sedangkan 10 sentimeter ke bawah untuk kepunyaan pribadi,” ungkap Margi dijumpai di kediamannya.

Ayah dua orang anak tersebut menuturkan jika keahlian turun temurun tersebut telah digeluti Margi sejak tahun 1992, bahkan di Banjar Pande Batu Sangian ada ratusan KK yang juga menggantungkan hidup dengan memande besi. 

Sebagai seorang Mpu Keris, dirinya sudah melayani ribuan pesanan yang berasal dari seluruh Bali, bahkan beberapa di luar negeri seperti di Belanda dan Timor-timur.

Keistimewaan keris buatan Margi terletak pada unsur yang digunakan. Dirinya menggunakan tiga unsur besi yang disatukan yakni unsur besi Brahma, besi Wisnu (besi ireng) dan besi Iswara (besi Pamor) dengan lapisan paling rendah sebnyak 35 lapisan. 

“Dari mulai pembuatan keris hingga berakhir, keris juga harus melalui tiga kali upakara,” imbuhnya.

Margi tak pernah mematok harga keris buatannya yang sudah melegenda, semua tergantung dari kesulitan pembuatan, karena menurutnya tidak ada istilah menjual keris. 

Menurutnya, Keris merupakan warisan budaya yang bukan sembarang benda. Keris adalah wujud leluhur sekala yang harus dirawat dan dilestarikan, oleh sebab itu dirinya saat ini menyerahkan seluruh hidupnya untuk membuat keris sekaligus melestarikan budaya. 

Reporter : Ayu Trisna 
Editor : Paksi Jalantaka