Polisi Grebek Praktek Prostitusi Ilegal di Gianyar

Selasa, 19 April 2016 12:11 Hukum & Kriminal

Bagikan

Polisi  Grebek Praktek Prostitusi Ilegal di Gianyar
Polisi mengamankan Mucikasi dan gadis penyedia jasa pelacuran di Gianyar. (Devada/Semetonnews)
Gianyar, Semetonnews- Tempat prostitusi berkedok rumah kost di  Jalan Banteng, Buruan Gianyar, akhirnya  terungkap juga.  Lima orang wanita muda yang sebagaian besar berasal dari Gianyar  diamankan. Sedangkan ikut Mucikarinya   Ni Nyoman M alias Ibu Jero (50) yang langsung ditetapkan sebagai tersangka.


“Kami sudah periksa lima wanita ini dan semuanya  dengan jujur mengkuai jika mereka mneyediakan jasa untuk melayani Pria hidung belang,” ungkap Kasat Reskrim Polres GIanyar Akp Marzel Doni, Selasa (19/04/2016). Penggrebekan dilakukan pada hari Senin sore, di sebuah rumah yang terdiri dari  empat kamar.

Saat itu, petugas menemukan lima orang gadis masing-masing Ni Kadek K (24) asal Tegaltugu Gianyar, Komang S (28) asal Buleleng, Wayan E (23) asal Blahbatuh, Ayu dari Jembrana dan In dari Kelurahan Bitra, Gianyar. Pemilik tempat sekaligus mucikari,  Ibu Jero juga  langsung diamankan. Sebagai barang bukti petugas juga menyita  sejumlah kondom, uang tunai serta Handphone.  

“Saat kami melakukan penggrebekken, kami mendapati seorang Pria hidung belang di dalam kamar yang mengaku berasal dari Bangli,” terang Marzel. Dari keterangan Ibu Jero kepada petugas,  wanita muda itu "ditarif"  seharga Rp 350. Rp 300 ribu untuk wanita yang melayani dan Rp 50 ribu untuk  jasa dirinya. Rata-rata, dalam sehari satu orang wanita melayani  4 pria hidung belang dnegan penghasilan sekitar rp 4 hingga Rp 5 Juta sebulan.  

Cara bekerjanya cukup rapi. Tersangka cukup memasang nomor Handphone di depan tempat itu. Kemudian para  pria hidung belang tinggal menelpon dan memesan wanita yang diinginkan. Setelah  ada kespekatan, pelanggan tinggal datang, masuk kamar.


Praktek pelacuran ini keburu tercium  dan meresahkan warga sekitar.  Warga mempertanyakan  praktek prostitusi yang sudah menjadi rahasia umum di kawasan itu. Hingga akhirnya tercium polisi dan kini  mereka berusuan dengan hukum. “ Tersangka kami jerat dengan  Pasal 296 dan 506 KUHP tentang  Kejahatan Kesusilaan dengan ancaman pidana satu tahun dua bulan penjara," kata Marzel.


Repoter  :  Nyoman Nana Devada
Editor     : Robinson Gamar