Gubernur Mencak-Mencak di Jembatan Timbang, Sopir Truk Membangkang

Selasa, 19 April 2016 19:00 Peristiwa

Bagikan

Gubernur Mencak-Mencak di Jembatan Timbang, Sopir Truk Membangkang
Gubenur Made Mangku Pastika Sidak Jembatan Timbang Selasa (19/04/16) (IST / semetonnews)
Jembrana, Semetonnews- Melihat banyak truk kelebihan muatan bisa lolos di Jembatan Timbang (JT), Cekik Kelurahan Gilimanuk, Gubenur Bali Made Mangku Pastika langsung mencak-mencak dan memerintahkan petugas JT untuk memulangkan truk-truk tersebut ke daerah asalnya.

Sidak yang dilakukan Gubernur Bali tersebut dilakukannya setelah menjadi Irup pada Peringatan HUT Satuan Polisi Pamong Praja yang ke-66 serta HUT Satlinmas ke- 54 daerah Bali yang dipusatkan dilapangan Pecangakan Negara, Jembrana, Selasa (19/4/2016).

Saat sidak ke JT, Gubernur langsung marah-marah  apalagi melihat truk-truk yang kelebihan muatan lolos dibiarkan lolos setelah melewati JT.

Bahkan Gubernur langsung memerintahkan agar petugas JT memulangkan puluhan truk yang kelebihan muatan tersebut ke daerah asalnya.

Setelah sempat mencak-mencak Gubernur Mangku Pastika langsung meninggalkan JT guna menuju warung betutu di terminal lama Gilimanuk  untuk santap siang.

Bukannya kembali ke Denpasar, setelah santap siang Made Mangku Pastika justru kembali lagi ke JT karena mendengar kabar petugas JT tidak kunjung memulangkan truk-truk yang kelebihan muatan tersebut. Alhasil petugas JT langsung menjadi sasaran kekesannya.

"Saya perintahkan segera pulangkan truk kelebihan muatan itu, jangan kebanyakan berunding,” ujar Made Mangku pastika kepada petugas JT.

Tak lama setelah itu, Gubernur bersama rombongan akhirnya kembali ke Denpasar. Sementara kegaduhan di JT oleh para sopir truk yang hendak dipulangkan mulai muncul.


Gubenur Pulang, Sopir Membangkang Karena Sudah Bayar Pungli  

Sepeninggal Gubernur Bali Made Mangku Pastika dari Jembatan Timbang (JT), kegaduhan timbul diantara para sopir, para sopir truk menggelar aksi demo dan mogok di Pos I pelabuhan Gilimanuk lantaran mereka diharuskan pulang ke daerah asal karena kelebihan muatan.

"Kami tidak punya biaya jika kami harus balik kembali. Ini tolong juga dipikirkan,” protes Rohim, salah seorang sopir truk yang ketahuan kelebihan muatan, Selasa (19/4/2016) sore.

Gede Arnawa, salah seorang sopir truk asal Negara yang memuat palen-palen dari Surabaya menuju Denpasar juga menyatakan protes yang sama.

Dia mengakui memang muatan treknya 10 ton melebihi JBI yang ditentukan yakni 7 ton. Namun jika harus kembali ke Surabaya, jelas tidak mungkin karena biaya perjalan yang diberikan bosnya pas-pasan.

"Kami mau jika harus kembali, asalkan dikasi bekal oleh pemerintah. Kalau tidak ada bekal bagaimana caranya kami harus kembali,” ujar Gede sambil ngedumel.

Sementara Kadek Jun, sopir truk asal Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo mengaku membawa muatan pakan ternak dari Surabaya ke Penebel Tabanan memang melebihi batas ketentuan. Namun dirinya mengaku telah membayar konvensasi di JT yang ada di Jawa Rp 20 ribu dan di JT Cekik, Gilimanuk sudah ditilang.

"Tapi kenapa kami harus tetap pulang. Kan kami sudah bayar konpensasi (pungli) dan juga sudah ditilang. Jadi sopir memang serba salah,” keluhnya.

Disisi lain petugas JT Cekik, Gilimanuk mengaku tidak bisa memberikan kebijakan lantaran perintah dari Gubernur harus dipulangkan jika ada truk yang melebihi batas muatan yang ditentukan.

Kapolres Jembrana AKBP Djoni Widodo didampingi Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Gede Sumadra Kerthiawan mengatakan pihaknya hanya mengamankan kebijakan dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

"Bapak Gubernur tadi sidak operasional jembatan timbang. Apakah sesuai prosedur atau tidak dan ditemukan muatan truk tidak sesuai ketentuan dan minta dipulangkan," jelasnya.

Pihaknya menertibkan saja dan meminta pengertian sopir truk untuk mengkoordinasikan dengan bosnya atau pemilik truk untuk memberikan tambahan biaya sehingga bisa pulang. "Nanti kami bantu untuk koordinasi," jelasnya.

Dikatakan sampai sore ini meski mereka bertahan tidak ada masalah dan sebagian truk sudah masuk area pelabuhan dan sebagian bertahan di pinggir jalan dan depan terminal Gilimanuk.

Menurut Kapolres, ini para pengusaha yang bandel dan memaksakan kehendak kepada para sopir. "Kami harapkan para pengusaha mengerti dengan ketentuan dan keselamatan para sopir," tandasnya.

Reporter : Dewa Putu Darmada
Editor     : Eska