Kemenpora Gelar Rakor Asian Games 2018, Ini Yang Dibahas

Rabu, 20 April 2016 00:14 Nasional

Bagikan

Kemenpora Gelar Rakor Asian Games 2018, Ini Yang Dibahas
Logo Asean Games 2018 (Google- Semetonnews)

Jakarta, Semetonnews - Sesmenpora Alfitra Salam didampingi Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Gatot S. Dewa Broto dan Ketua Satlak Prima Ahmad Sutjipto membuka rapat koordinasi lintas kementerian/lembaga tentang Persiapan Penyelenggaraan Asian Games (AG) 2018 Jakarta-Palembang di ruang rapat lantai 3 Gedung Graha Pemuda Kantor Menpora, Senayan, Jakarta, Selasa (19/4). 

Pada kesempatan ini dipaparkan beberapa poin tentang progres report persiapan Asian Games yang sedang berjalan, kendala yang terjadi, evaluasi serta adanya kebijakan-kebijakan baru dan solusinya.

"Meski Asian Games masih dua tahun tetapi perlu ada beberapa yang perlu kita bahas bersama, evaluasi dan adanya beberapa kebijakan baru. AG dari aspek legalitas sangat kuat yakni Keppres Nomor 12 tahun 2015, pasal 6 menyatakan, kementerian/lembaga daerah dan instansi wajib memberikan dukungan teknis dan administrasi sesuai tugas dan fungsinya masing-masing melalui perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan mendukung AG 2018," ucap Sesmenpora dalam sambutannya.

Selain Keppres dimaksud, Sesmenpora menambahkan adanya Inpres pendukung pelaksanaan AG yakni Inpres Nomor 2 tahun 2016 dan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. "Inpres ini menjelaskan tentang adanya dukungan penyelenggaraan AG sekitar 24 kementerian/lembaga dan 4 pemerintah daerah (pemda) sesuai tupoksinya masing-masing serta Kepmen PU PR untuk Satgas Infrastruktur AG," lanjutnya.

Terkait infrastruktur AG Imam S Emawi selaku Satgas Infrastruktur dari KemenPU mengatakan pihaknya belum dapat bekerja dengan maksimal. "Kami masih belum tahu persis Inasgoc ini kami menghubungi siapa apa KOI atau yang lain karena terkait program sarana prasarana, terkait Komplek GBK dan Wisma Atlet kami sedang lakukan baik Jakarta dan Palembang sesuai arahan Presiden GBK harus ada perubahan secara tertib, aman dan nyaman serta berkelanjutan," ucapnya.

"Intinya kami memerlukan dukungan perijinan dari Pemda DKI serta percepatan khususnya terkait kejelasan venue untuk pertandingan karena masih banyak cabang olahraga yang di luar GBK dan diluar Jakabaring yang perlu dari sekarang diteliti satu persatu misalnya Boxing, Anggar, Basket dan lainnya. Di GBK dan Palembang sendiri pertandingan utamanya hanya ada 8 cabor sisanya ada sekitar 17 cabor," lanjutnya.

Seperti diketahui Asian Games 2018 akan mempertandingkan 28 cabang cabor olimpik sport, 8 martial sport, 2 traditional sport dan satu cabang olahraga tambahan (bridge, panjat tebing atau jetski) dan akan dihadiri 10000 atlet, 5000 ofisial, 2000 wasit, 1000 VIP, 10000 media, 30000 voluntir, 2000 operating personal dan 3000 sponsor. 

"Beberapa cabor saat ini memerlukan kejelasan tempat pertandingan dan latihan seperti road race, downhill, cross country, renang, lari, pencak silat, judo, taekwondo dan pencak silat, terkait penyelenggaraan Asian Youth Games pada November 2017 di Indonesia untuk tes venue sekitar 9-11 cabor, lebih sedikit cabangnya lebih baik," tambah Kasatlak Prima Ahmad Sutjipto.

Sementara itu terkait hubungan antar kelembagaan Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Gatot S. Dewa Broto menyampaikan poin inti dari CorCom (Coordination Committee) III yakni Indonesia telah menyelesaikan Master Plant Asian Games 2018 pada Januari 2016 yang telah diserahkan kepada OCA. "Total cabor yang dipertandingkan adalah 37 cabang olahraga, pembukaan dan penutupan telah ditetapkan OCA yakni di Jakarta, pembangunan renovasi venue dimulai pertengahan tahun 2016 selanjutnya CorCom ke-IV akan dilaksanakan di Bali,"ujarnya.

Beberapa kementerian/lembaga yang hadir pada rapat ini sepakat untuk mensukseskan pelaksanaan AG di Jakarta dan Palembang. "Pada sesi penutupan dan pembukaan kami Polri/TNI khususnya di GBK serta tempat ketibaan di Jakarta dan Palembang serta antisipasi akomodasi khusus di Jakarta ada 32 titik dan beberapa titik Palembang intinya kami telah strukturisasi baik di pusat dan daerah," kata Karo Dalops Polri Firli.

Dari beberapa paparan yang disampaikan Sesmenpora merespon serta menyampaikan pentingnya percepatan penganggaran dan percepatan lainnya. "Segera kepada KOI mengirim usulan Inasgoc, percepatan pembahasan relokasi cabor pasca penutupan GBK serta sesuai arahan Presiden yakni regulasi yang menghambat Asian Games segera usulkan, atas nama Kemenpora kami ucapkan terima kasih," tutup Sesmenpora. 



Source : Ben Biro Hukum dan Humas Kemenpora 

Editor   : Eska