Soal Jembatan Timbang, Pastika Tak Akan Kompromi 

Rabu, 20 April 2016 13:18 Peristiwa

Bagikan

Soal Jembatan Timbang, Pastika Tak Akan Kompromi 
Gubernur saat jumpa pers, terkait jembatan timbang di Gilimanuk
Denpasar, Semetonnews - Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan akan mengambil tindakan tegas jika petugas di Jembatan Timbang Cekik, Jembrana masih berani main-main. Sebelumnya Pastika melakukan sidak dan  menemukan praktek tidak sehat. Truk-truk yang melewati ambang batas tonase dibiarkan lewat. Bahkan kuat dugaan terjadi praktek pungutan liar demi memuluskan truk-truk tersebut lewat.

"Tidak ada kompromi, kita lihat siapa yang lebih kuat. Tindak lanjutnya tunggu tanggal main," kata Pastika, Rabu (20/4/2016)  di Denpasar. 

Mengenai adanya kemungkinan mutasi petugas Pastika memberi sinyal bahwa soal mutasi adalah keniscayaan. Kepada Kadishub Provinsi Bali Pastika telah memerintahkan untuk berkordinasi dengan petugas perhubungan di Banyuwangi. Tujuannya agar tidak membiarkan truk-truk yang kelebihan tonase masuk Bali.

Dalam waktu dekat Pastika akan kembali turun ke lapangan untuk memastikan apakah petugas di jembatan timbang telah menjalankan tugas sesuai aturan. 

"Senin (pekan depan) saya akan ke sana lagi," kata Pastika. 

Temuan di lapangan ada truk yang mengangkut barang dua kali lipat dari ambang batas tonase yang ditemtukan. Harusnya 20 ton, bahkan ada yang mengangkut 40 ton.

Jika dibiarkan praktek seperti ini akan memberikan dampak buruk. Di antaranya kerusakan jalan dan resiko kecelakaan. Resiko lainnya kelebihan tonase berpengaruh pada keselamatan penyebrangan. 

"Bayangkan kalau satu truk kelebihan 20 ton. Sekali nyebarang kapal feri angkut 30 truk. kalikan saja, resiko kecelakaan sangat tinggi," tandas  Pastika.

Resiko kemacetan akibat truk-truk yang ditertibkan, pastika tidak mau ambil pusing. Rencananya akan disiapkan alat khusus agar yang kelebihan tonase benar-benar tidak bisa lewat. 

"Jangan mau berunding, tinggal atur untuk parkir di pinggir jalan," kata Pastika.


Reporter   : Robinson Gamar
Editor        : Rifky