Puluhan Supir Truk Ngedumel karena Harus Balik ke Jawa

Rabu, 20 April 2016 21:05 Peristiwa

Bagikan

Puluhan Supir Truk Ngedumel karena Harus Balik ke Jawa
Deretan truk yang kembali ke jawa, karena kelebihan tonase
Jembrana, Semetonnews - Pasca sidak Gubernur Bali Made Mangku Pastika ke Jembatan Timbang (JT) Cekik, Gilimanuk Selasa (19/4/2016) lalu, puluhan truk yang melebihi muatan tidak diijinkan melintas masuk Bali dan terpaksa dipulangkan ke beberapa daerah di Jawa.

Bahkan kebijakan pemulangan truk dengan muatan melebihi batas kewajaran tonase tersebut masih diberlakukan hingga sore ini. Akibatnya puluhan supir truk yang kendaraannya harus kembali ke berbagai daerah di Jawa ngedumel lantaran bekal pas-pasan.

Hari ini, pelanggaran tonase kendaraan truk masuk Bali mulai berkurang dari hari kemarin.

Pemulangan paksa kendaraan yang melebihi tonase ini sesuai dengan Permenhub No 134 tahun 2015 tentang penyelenggaraan penimbangan kendaraan bermotor.

Dari pagi hinga sore hari ini, diketahui truk yang masuk Jembatan Timbang (JT) mulai tertib tonase. Dari 190 truk yang masuk JT hanya 45 truk yang dipulangkan. Jumlah kendaraan yang dipulangkan ini jauh menurun dibandingkan Selasa lalu yang mencapai 121 kendaraan.

KUPT JT Cekik Gilimanuk Wayan Aryana saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya hingga sore ini masih memberlakukan kebijakan pemulangan kendaraan barang yang muatannya melebihi ambang batas kewajaran.

Menurutnya kebijakan itu terus akan dilakukan sesuai dengan Permenhub 134 tahun 2015 tentang kendaraan yang boleh melintas ke Bali hanya kendaraan yang sesuai dengan JBI atau jumlah berat yang diijinkan.

Untuk kendaraan pick up JBI yang diperbolehkan masuk ke Bali yakni 1700 kg, kendaraan colt diesel 800 kg, fuso 15 ton dan terberat yaitu tronton 27 ton.

"Kami harapkan para pengusaha di Jawa juga memahami ini aturan harus diikuti demi keselamatan sopir dan kendaraan juga," jelasnya.



Reporter : Dewa Putu Darmada
Editor      : Rifky