Rata-rata Standart Pengamanan Hotel di Bali Masih Rendah

Sabtu, 23 April 2016 16:23 Hukum & Kriminal

Bagikan

Rata-rata Standart Pengamanan Hotel di Bali Masih Rendah
ilustrasi/Semetonnews
Nusa Dua, Semetonnews – Standardisasi pengamanan hotel di Bali masih belum secara keseluruhan memenuhi kata aman alias masih rendah. Ini buktikan oleh Kapolda Bali Inspektur Jenderal Sugeng Priyanto, soal adanya temuan tamu yang diduga dari kelompok radikal jaringan teroris menginap di Bali .

Kata jendral tertinggi di Polda Bali ini,  sekira dua minggu lalu terdeteksi tamu hotel yang berkomunikasi dengan beberapa kelompok radikal yang diduga jaringan terorisme. 

Sayangnya, kata dia, hal itu terdeteksi setelah tamu tersebut check-out dari hotel.

"Justru taunya saat tamu ini chek out, meninggalkan beberapa print out percakapan, dialog dengan beberapa orang kelompok yang diduga terorisme. Mereka tinggal seminggu di Bali, saya lupa nama hotelnya," terang Kapolda di sela Rapat Kerja Nasional (Rakerda) I Tahun 2016 Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Nusa Dua, Bali, Sabtu (23/4/2016).

Bagi dia, hal tersebut merupakan bukti nyata jika sistem keamanan hotel masih lemah. "Untung dia tidak melakukan apa-apa," Ucap Kapolda. 

Ia berharap pihak hotel mengerahkan segala sumber daya untuk memberikan suasana aman dan menangkal sejak dini segala sesuatu yang mencurigakan.

"Selain CCTV, pengerahan pengamanan di hotel perlu ditingkatkan. Juga pengamanan tradisional seperti pecalang," jelas dia.

Sugeng berharap PHRI menjalin kerja sama dengan pihaknya dalam hal keamanan. "Kalau bapak-bapak butuh tenaga pengamanan, tapi tidak tahu harus ke mana, silakan berkoordinasi dengan kami," ajaknya.
Sementara itu apa yang dilontarkan Orang nomor satu di Polda Bali Ini mendapat tanggapan sesuatu beda dari salah seorang anggota PHRI di acara Rakerda ini. Dia yang tidak ingin namanya ditulis memastikan bahwa seharusnya kepolisian malu, jika apa yang dikatakan soal kelompok anggota teroris sudah lolos masuk ke Bali bahkan menginap selama satu minggu di Bali.

"Saya menilai apa yang dilontarkan Kapolda justru menampar institusinya sendiri. Katanya pengamanan setiap pintu masuk ‎dijaga ketat‎, kok bisa sampai lolos? Kalau hotel punya Standart yang beda dan sistem pengalamannya juga terbatas tidak mendalam menyadap pembicaraan tamu menginap," pungkasnya.‎

Reporter : Paksi Jalantaka ‎